Madiun - Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota mewaspadai sebanyak 31 titik atau lokasi di wilayah setempat yang dinilai rawan konflik pada perayaan malam tahun baru Muharam atau Suro yang jatuh pada tanggal 15 November 2012. "Titik-titik rawan tersebut di antaranya adalah makam tokoh pendiri PSH Terate yang jadi pusat ziarah malam Suro yakni makam Ki Hajar Hardjo Oetomo di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Pasar Sleko dan pertigaan Te'an yang menjadi pintu masuk Kota Madiun dari arah Kabupaten Madiun dan Ponorogo, serta sejumlah titik perbatasan lainnya," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Adi Deriyan, Selasa. Menurut dia, sejumlah titik tersebut dinilai rawan karena merupakan jalur yang dilewati oleh para pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate saat kegiatan menjelang Suro atau Muharam. "Untuk mengantisipasi hal-hal yang mendesak, sejumlah titik rawan tersebut akan dipimpin langsung oleh seorang Perwira Pengendali (Padal)," kata Adi. Ia menjelaskan, untuk pengamanan perayaan malam tahun baru Muharam atau Suro, Polres Madiun Kota akan menyiagakan sebanyak 2.560 personel polisi dan gabungan. Petugas pengamanan ini terdiri atas polisi, Brimob dan Polres jajaran sekitar Madiun Kota, serta petugas TNI. Polres jajaran ini akan melakukan pengawalan pesilat anggota PSH Terate dari titik keberangkatan di daerah masing-masing, berkumpul dan berkegiatan di makam, sampai kembali lagi ke daerahnya masing-masing. AKBP Adi Deriyan mengaku belum bisa memprediksi jumlah pesilat anggota PSH Terate yang akan melakukan tabur bunga saat berziarah di Kota Madiun. Dari informasi sementara yang didasarkan pada izin panitia pelaksana, peserta nyekar mencapai 5 ribu orang. "Namun, dari pengalaman tahun lalu, peserta bisa sampai 15 ribu orang. Kalau yang kali ini bisa lebih, bisa juga kurang. Paling banyak diperkirakan dari Magetan," kata AKBP Adi. Persiapan serupa juga dilakukan oleh anggota Polres Madiun. Kapolres Madiun AKBP Yusuf mengatakan, pengamanan kegiatan malam Suro akan melibatkan sebanyak 1.252 personel. Pasukan pengamanan tersebut merupakan tim gabungan dari Brimob sebanyak 234 orang, TNI 200 personel, anggota Polres Madiun 718 orang, satuan polisi pamong praja 30 personel, dinas kesehatan, DLLAJ, dan kesbanglinmas. "Dari jumlah 1.252 personel tersebut terdapat 25 orang "sniper" atau penembak jitu yang disiapkan. Sniper tersebut terdiri dari 15 penembak dari Brimob dan 10 sniper dari Polres Madiun," kata AKBP yusuf. Yusuf menilai, kehadiran massa pesilat dalam jumlah besar tersebut rawan memicu konflik yang dapat menganggu stabilitas keamanan. Oleh karena itu, petugas pengamanan akan ditempatkan di sejumlah titik rawan, seperti daerah perbatasan, simpang jalan, dan jalan raya. Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar. (*)
Berita Terkait
Polres Mojokerto Kota kukuhkan satgas pengamanan perayaan 1 Suro
23 Juni 2025 21:57
Polisi Siagakan 1.230 Personel Amankan Perayaan "Suroan" (Video)
7 September 2018 19:02
Polresta Madiun Gelar Operasi Aman Suro 2016
29 September 2016 18:58
Polres Ngawi Larang Pesilat Berkonvoi ke Madiun
24 Oktober 2015 19:07
Polres Madiun Siapkan Enam Pos Pengamanan Suran Agung
24 Oktober 2015 18:40
Polisi Sisir Penjual Arak Jelang Suran Agung
23 Oktober 2015 18:56
Petugas Pulangkan Paksa Ratusan Pesilat Masuk Madiun
14 Oktober 2015 10:59
1.600 Petugas Gabungan Amankan Suroan di Madiun
13 Oktober 2015 18:07
