Surabaya (ANTARA) - Mantan analis tim EVOS Legends Ade Setiawan bersama mantan pelatih tim Alter Ego Nafari membagikan wawasan mengenai strategi dan jenjang karier menjadi pemain profesional (pro player) kepada para siswa dalam acara MLBB Goes to School di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Kegiatan bertajuk “Coaching Clinic: Understanding Better Gameplay and Strategy” yang berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3 tersebut merupakan bagian dari rangkaian turnamen olahraga elektronik (esport) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Ade Setiawan menekankan bahwa pertemanan adalah fondasi utama yang harus dibangun oleh para siswa jika ingin mendalami gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
“Pondasi belajar MLBB itu berawal dari teman yang juga suka. Di usia ini, mereka bermain gim saat waktu luang, sementara sisanya harus sekolah dan mengerjakan tugas,” kata Ade.
Menurut Ade, kemampuan berkomunikasi di luar gim sangat mempengaruhi performa di dalam permainan, contohnya tiga posisi krusial dalam tim, yakni Mid Lane, Roamer dan Jungler, yang membutuhkan koordinasi intensif.
"Tiga lane ini biasanya satu paket dan sudah pasti sangat akrab di luar gim. Cobalah belajar menggunakan hero support seperti Estes atau Lolita karena membutuhkan kerja sama tim. Trio Mid Lane adalah jantung permainan; mereka harus belajar koordinasi, cara membuka peta, dan kapan harus berkumpul," katanya menjelaskan.
Ade menambahkan bahwa program MLBB Goes to School merupakan ajang regenerasi yang sangat besar untuk menjaring bibit-bibit pemain profesional masa depan tanpa mengesampingkan pendidikan formal.
Senada dengan Ade, mantan pelatih tim asal Malaysia, Todak, coach Nafari, mengungkapkan bahwa pemain di tingkat SD dan SMP harus mulai mengasah kemampuan komunikasi dan meredam ego individu.
“Tujuan utama adalah bagaimana caranya bermain secara tim, bukan sekadar fokus pada mekanik atau kemahiran individu seperti menggunakan hero Ling atau Fanny. Kalian harus belajar kontrol ego dan mendengarkan rekan satu tim maupun pelatih,” jelaskan.
Nafari juga menepis kekhawatiran orang tua mengenai masa depan di dunia gim. Ia menilai ekosistem MLBB saat ini sudah sangat mapan dan mampu menjamin kesuksesan bagi mereka yang menekuninya secara serius dan disiplin.
“Masa depan di gim ini sudah jelas, banyak orang sukses di sini. Orang tua tidak perlu khawatir karena jalan menuju tingkat profesional itu banyak. Program ini sangat positif karena ada guru yang membimbing agar tugas sekolah tidak terlewatkan,” ujarnya.
