Kami ingin e-sport tidak lagi dipandang sekadar bermain gim

Surabaya (ANTARA) - Tim e-sport SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Jawa Timur, lolos ke babak "Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025".

Pelatih tim SMP Muhammadiyah 2 Surabaya Veygel Revelino Nelwan mengungkapkan keberhasilan timnya merupakan buah dari proses panjang, mulai dari kualifikasi internal sekolah hingga bersaing ketat di kualifikasi grup.

"Sekolah kami berpartisipasi dalam program Moonton dengan mengirimkan dua tim. Setelah melewati kualifikasi internal dan grup, alhamdulillah salah satu tim kami berhasil lolos ke Grand Final ini," kata Veygel dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.

Terkait peta persaingan dengan 35 tim lainnya, ia optimistis anak asuhnya memiliki peluang besar untuk membawa pulang gelar juara.

Menurut dia, secara teknis dan kemampuan individu, para pemain memiliki potensi yang mumpuni untuk melakoni grand tournament tersebut.

"Tantangan terberat adalah mental karena mereka bermain di tempat besar dan disaksikan banyak orang. Selain itu, ada faktor ego. Jika mereka memaksakan ego dan tidak disiplin, hal itu bisa merusak skema permainan yang sudah dilatih," jelasnya.

Veygel menambahkan, peran pelatih dalam turnamen ini terbatas hanya sampai pada sesi pemilihan karakter atau draft pick.

Begitu pertandingan dimulai, lanjutnya, instruksi sepenuhnya berada di tangan kreativitas dan kedisiplinan pemain.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Moonton yang menyelenggarakan kompetisi di tingkat sekolah di Surabaya dan menilai ajang tersebut merupakan sarana pembibitan atlet muda sekaligus mengubah stigma negatif terhadap gim daring.

"Harapannya program ini konsisten karena e-sport kini sudah menjadi olahraga resmi dan berprestasi, bahkan bisa diajukan untuk jalur beasiswa. Kami ingin e-sport tidak lagi dipandang sekadar bermain gim," tuturnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026