Surabaya (ANTARA) - Psikolog Klinis Anak dan Keluarga Samanta Elsener bersama Head Coach Team Liquid ID SaintDeLucaz membahas pandangan mengenai peran esports sebagai ruang pembentukan karakter anak dalam talkshow MLBB Goes to School di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.
Kegiatan bertajuk “Beyond the Game: Bangun Karakter, Bangun Masa Depan” tersebut digelar dalam rangkaian Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes to School 2025 yang menyasar peserta lomba tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Samanta Elsener menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendamping aktif dalam aktivitas bermain gim anak.
Sementara SaintDeLucaz memaparkan kedisiplinan dan mentalitas yang dibutuhkan dalam dunia esports profesional.
Samanta menyampaikan bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga orang tua perlu memahami dunia digital yang dihadapi anak, termasuk aktivitas bermain gim dan interaksi sosial di dalamnya.
“Teknologi adalah realitas yang sudah ada di tangan anak-anak. Orang tua perlu memahami dunia mereka dan memegang kendali kontrol,” kata Samanta.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa pengelolaan waktu bermain yang baik dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, serta kerja sama tim yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Terkait pengendalian emosi, Samanta mengingatkan pentingnya pendampingan saat anak mengalami kekalahan agar tidak meluapkan emosi secara negatif.
“Besarkan hati anak terlebih dahulu dan ajarkan mereka mengekspresikan emosi secara sehat dan beretika,” ujarnya.
Sementara itu, SaintDeLucaz mengatakan bahwa dunia esports profesional menuntut kedisiplinan tinggi, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat, dan latihan.
“Bermain MLBB bukan alasan untuk begadang. Keseimbangan antara belajar, istirahat, dan latihan adalah hal mutlak,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya sikap sportif dan mentalitas sehat dalam sebuah tim, termasuk menghindari perilaku toxic selama pertandingan berlangsung.
“Pemain harus siap menang dan juga siap kalah. Evaluasi ada waktunya sendiri, bukan saat pertandingan berjalan,” ucapnya.
Talkshow tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak di ruang digital dengan prinsip “belajar dulu, baru mabar” agar pendidikan dan hobi dapat berjalan seimbang.
Selain sesi edukatif, MLBB Goes to School 2025 juga memberikan apresiasi kepada peserta dan guru pendamping yang menunjukkan dedikasi serta sikap positif selama kegiatan berlangsung.
Penghargaan Best of Roles diberikan kepada pemain terbaik di setiap peran, mulai dari Jungler, Midlaner, Goldlaner, EXP Laner, hingga Roamer, pada jenjang SD dan SMP.
Sementara itu, penghargaan Teacher Ambassador diberikan kepada 50 guru SD dan SMP yang berperan aktif dalam membimbing dan mendampingi siswa, termasuk dalam menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta keseimbangan antara belajar dan bermain.
Daftar lengkap penerima penghargaan Best of Roles dan Teacher Ambassador dapat diakses melalui akun media sosial resmi Instagram dan TikTok MLBB Teacher Ambassador (@mlbb.teacherambassadors).
