Surabaya (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengonfirmasi bahwa dua pemain asing baru yang baru bergabung dengan skuad Bajol Ijo belum dapat diturunkan dalam laga terdekat karena kendala kebugaran dan proses adaptasi.
"Mereka baru tiba kemarin. Mereka masih jet lag dan belum bisa bermain di pertandingan ini. Kedua pemain ini belum pernah bermain di Indonesia sebelumnya, bahkan salah satu dari mereka belum pernah bermain di luar Brasil," ujar Tavares saat peresmian Persebaya Official Merchandise di Football Corner Decathlon Pakuwon Mall Surabaya, Kamis.
Menurut pelatih berkebangsaan Portugal tersebut, pihak manajemen dan tim pelatih sepakat untuk memberikan waktu bagi keduanya guna memahami skema permainan tim serta membangun chemistry dengan rekan setim.
Selain aspek teknis, lanjutnya, pengenalan terhadap lingkungan Kota Surabaya juga dinilai krusial bagi proses adaptasi mereka.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan alasan perekrutan kedua pemain tersebut didasarkan pada ketersediaan pemain di pasar transfer dan kesesuaian dengan anggaran klub.
"Mereka datang karena berstatus bebas transfer atau bisa dilepas oleh klub sebelumnya. Selain itu, ini menyesuaikan dengan anggaran yang kita miliki. Persebaya sangat profesional dalam pengelolaan klub, terutama dalam ketepatan membayar gaji," ujarnya.
Meski mendatangkan tenaga asing baru, Tavares menegaskan tidak akan melupakan pengembangan pemain lokal dan pemain muda yang sudah ada.
Ia menekankan pentingnya persaingan internal di dalam skuad untuk menjaga level kompetisi antar-pemain.
"Jika seorang pemain merasa tidak punya pesaing sungguhan, dia tidak akan bekerja keras. Dia mungkin hanya memberikan 60 persen kemampuannya," kata Tavares.
Oleh karena itu, pihaknya menginginkan jika setiap posisi dihuni dua pemain dengan level setara agar mereka selalu berjuang memberikan 100 persen.
Sementara, mengenai laga melawan Malut United, Tavares mengingatkan anak asuhnya untuk selalu waspada.
Berdasarkan catatan pertemuan musim lalu, kata Tavares, Persebaya belum pernah meraih kemenangan atas tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut.
"Jangan lupa bahwa Malut adalah tim yang belum pernah dikalahkan Persebaya. Tahun lalu kita kalah di kandang 2-0 dan seri 0-0 saat tandang. Mereka memiliki pemain-pemain juara dan berpengalaman," tuturnya.
Ia pun mengajak suporter setia Persebaya, Bonek dan Bonita, untuk memenuhi stadion guna memberikan dukungan moral bagi para pemain saat melawan Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (10/1) malam.
"Sangat fundamental bagi suporter untuk datang menunjukkan bahwa Persebaya memiliki dukungan luar biasa, baik di saat senang maupun sulit," kata Tavares.
Terkait tambahan pemain lokal, Tavares mengaku masih melakukan pemantauan atau scouting.
Namun, ia mengakui sulitnya merekrut pemain lokal berkualitas di tengah kompetisi berjalan karena mayoritas pemain masih terikat kontrak dengan klub masing-masing.
"Saya akan menghargai dan menghormati kontrak para pemain itu," tuturnya.
