Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, menyiapkan lahan eks bengkok di wilayahnya untuk mendukung pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan program dari Kementerian Sosial RI (Kemensos RI).
"Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat membantu masyarakat desil satu dan dua untuk mengakses pendidikan, sekaligus mendukung visi Kabupaten Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat dan Sejahtera)," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriadi di Madiun, Jumat.
Menurutnya, proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun akan dibangun di lahan eks bengkok Kelurahan Nglames seluas 5,8 hektare. Proses pembangunan tersebut ditargetkan selesai selama tujuh sampai delapan bulan ke depan. Saat ini dimulai dengan tahap pengurukan tanah.
"SR ini merupakan program strategis nasional (PSN) yang menyasar masyarakat kurang mampu. Dengan pengerjaan sekitar tujuh bulan, sehingga ditargetkan dapat beroperasi pada tahun ajaran baru 2026," katanya.
Selain pengurukan tanah di lahan pembangunan, Pemkab Madiun saat ini juga sedang proses sosialisasi tahap kedua ke warga sekitar lokasi.
Supriadi mengatakan keterlibatan masyarakat ikut menjadi kunci dalam kelancaran pembangunan SR. Hal itu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan adanya dampak proyek pembangunan seperti peningkatan lalu lintas kendaraan proyek, debu, hingga kebisingan selama proyek berjalan.
Adapun sosialisasi juga melibatkan petugas perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat IV Surabaya, PT Brantas Abipraya, DPUPR, OPD terkait, Muspika, perwakilan RT dan RW, LPMK, serta tokoh masyarakat.
"Kami ingin masyarakat terlibat aktif dan ikut menjaga kondusivitas agar pembangunan berjalan SR program dari pusat ini lancar dan tepat waktu," katanya.
