Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Sidoarjo Subandi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.
Menurut Subandi, capaian PAD pada tahun anggaran 2025 dinilai baik dengan melampaui target sebesar Rp2,69 triliun.
"Realisasi PAD Sidoarjo pada 2025 sebesar Rp2,71 triliun. Kinerja Pemkab Sidoarjo sudah bagus dan melebihi target," kata Subandi dalam keterangannya di Sidoarjo, Senin.
Menurutnya, meski capaian tersebut dinilainya baik, ia optimis PAD Sidoarjo masih dapat terus ditingkatkan melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang ada.
Subandi menyatakan bahwa selain dari pajak daerah, sektor retribusi daerah juga diharapkannya mampu menyumbang PAD dengan nilai yang cukup besar, terutama dari sektor pengelolaan parkir yang dikelola Pemkab Sidoarjo.
Ia menyatakan bahwa meskipun pendapatan dari sektor retribusi dinilainya kurang maksimal, ia telah meminta berbagai pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo untuk terus mengoptimalkan pendapatan dari sektor tersebut.
Subandi menyampaikan bahwa penerapan digitalisasi pembayaran parkir diharapkan dapat segera diterapkan. Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital mampu meningkatkan retribusi daerah dari sektor tersebut.
"Kami ingin memaksimalkan pendapatan retribusi yang ada di Kabupaten Sidoarjo melalui pembayaran digital tanpa karcis manual," kata Subandi.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki mengatakan penerapan digitalisasi parkir tengah disiapkan oleh pihaknya menggunakan sistem pembayaran parkir melalui QRIS.
Ia menyampaikan bahwa penerapan pembayaran non tunai tersebut dilakukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus modernisasi pengelolaan retribusi parkir demi meningkatkan PAD Kabupaten Sidoarjo.
"Kami optimis target retribusi parkir tahun anggaran 2026 sebesar Rp13,5 miliar dapat tercapai," kata Budi.
Pemungutan retribusi parkir di wilayah Sidoarjo, menurutnya, sudah berjalan sejak 1 Januari 2026 dengan menggandeng 200 juru parkir mitra yang tersebar di 200 titik parkir yang dikelola Pemkab Sidoarjo.
