Surabaya (ANTARA) - Perusahaan penyedia web hosting jenama Jagoan Hosting bersama Ngalup Collaborative Network mencetak 160 talenta digital pada program ExplorAItion sebagai upaya menjembatani kesenjangan talenta digital melalui pelatihan intensif berbasis kecerdasan buatan (AI).
"Jagoan Hosting telah melibatkan 160 peserta dalam pelatihan intensif kurang dari 48 jam untuk membangun solusi digital nyata melalui eksplorasi AI, automasi, dan teknologi modern," kata General Manager Jagoan Hosting Andy Novianto dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan, Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030 yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital, terutama di bidang teknologi seperti AI, layanan digital, cloud computing, dan lainnya.
"Saat ini, jumlah talenta digital yang tersedia di Indonesia diperkirakan masih berada pada kisaran tiga hingga sembilan juta orang," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, lanjut dia, pihaknya menghadirkan program ExplorAItion sebagai inisiatif pengembangan talenta digital, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI.
"Melalui program ExplorAItion, Jagoan Hosting melibatkan total 160 peserta dalam pelatihan intensif pengembangan talenta digital berbasis AI," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, peserta mendapatkan materi untuk brainstorming terhadap suatu permasalahan dan membangun percontohan dalam waktu kurang dari 48 jam.
“Program ini merupakan ruang belajar intensif di mana kamu akan menggali masalah nyata, mendapatkan materi yang aplikatif, dan melakukan brainstorming mendalam untuk merancang solusi,” kata dia.
Direktur Ngalup Collaborative Network Irfan Rahmad menegaskan bahwa ExplorAItion dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk mempercepat kesiapan talenta digital Indonesia menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
Melalui ExplorAItion, pihaknya ingin membekali peserta dengan pengalaman langsung membangun solusi berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan, sekaligus menumbuhkan ekosistem talenta digital yang berkelanjutan
“Kami melihat kebutuhan talenta digital tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pola pikir dan kolaborasi," ujarnya.
