Prestasi ini mencerminkan kualitas sistem pembinaan jangka panjang

Surabaya (ANTARA) - Wakil Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Timur Roy Agustinus Soselisa menyatakan atlet dan ofisial asal Jawa Timur menyumbangkan 40 medali bagi kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games XIII Thailand 2025.

"Dari total 40 medali tersebut, Jawa Timur menyumbangkan 10 medali emas, 20 medali perak, dan enam medali perunggu dari atlet, serta tambahan tiga medali emas dan satu medali perak dari pelatih dan ofisial asal daerah," kata Roy dalam keterangannya di Surabaya, Senin.

Menurut Roy, sebanyak 15 atlet asal Jawa Timur tampil pada enam cabang olahraga, yakni para atletik, para renang, para panahan, para bulu tangkis, para tenis meja dan voli duduk.

Ia menambahkan para atlet tersebut berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Mojokerto, Malang, Gresik, Batu, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan dan Situbondo.

Sementara itu, kata dia, peraih medali emas di antaranya adalah Ken Swagumilang dari Kabupaten Sidoarjo pada cabang para panahan, Firza Faturahman Listianto dari Kota Surabaya pada cabang para atletik.

"Serta Khalimatus Sadiyah dari Kabupaten Mojokerto pada cabang para bulu tangkis," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, atlet cabang para renang seperti Maulana Rifky Yavianda dari Kabupaten Gresik, Mutiara Cantik Harsanto dari Kabupaten Nganjuk, dan Ubaidillah Amsyar Juba Ramadhani dari Kabupaten Sidoarjo juga menyumbangkan medali emas melalui sejumlah nomor perlombaan.

Roy menyampaikan kontribusi medali perak turut diberikan oleh atlet dari berbagai cabang olahraga, di antaranya Nanda Mei Sholihah dari Kota Kediri, Joko Muliyono dari Kota Batu, serta Ryan Arda Diarta dari Kota Kediri.

Di sisi lain, kata dia, enam medali perunggu juga memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam klasemen akhir ASEAN Para Games XIII Thailand 2025.

Roy menambahkan peran pelatih dan ofisial asal Jawa Timur juga berkontribusi signifikan, termasuk sumbangan medali emas dari cabang para judo dan catur, serta medali perak dari cabang voli duduk putra.

Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan atlet disabilitas yang dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis ilmu keolahragaan.

“Prestasi ini mencerminkan kualitas sistem pembinaan jangka panjang yang dibangun bersama berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menambahkan NPCI Jawa Timur akan terus memperkuat pembinaan atlet disabilitas melalui peningkatan kompetensi pelatih, pengembangan fasilitas latihan yang inklusif.

"Tidak lupa serta memperluas jejaring kemitraan ke depan," tuturnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026