Situbondo (ANTARA) - Jalur pantura Situbondo, Jawa Timur, Kamis, bisa dilalui kendaraan setelah sembilan jam lumpuh total akibat banjir luapan air sungai membawa material batu dan pasir serta lumpur menutup jalan raya yang menghubungkan Jawa dan Bali itu.
Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan di Situbondo, Kamis, mengatakan jalan raya pantura di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, kembali bisa dilalui kendaraan setelah setelah material batu dan pasir dibersihkan menggunakan alat berat."Sejak pagi tadi jalur pantura sudah mulai normal kembali setelah sejak Rabu (21/1) malam sekitar pukul 19.30 macet, karena material banjir meluber ke jalan raya," ujarnya.
Menurut Nanang, banjir yang terjadi pada Rabu malam cukup mengganggu arus lalu lintas di jalur pantura dan mengakibatkan jalur Jawa-Bali itu macet total.
"Tadi sekitar pukul 04.00 WIB, akses pantura sudah mulai normal meskipun agak sedikit melambat dan pukul 08.00 WIB sudah lancar," katanya.
AKP Nanang menambahkan Satlantas Polres Situbondo tetap menyiagakan di sejumlah titik yang rawan banjir dan longsor untuk memastikan keamanan bagi pengendara yang akan melintas di jalur pantura.
"Petugas masih terus kami siagakan di sejumlah titik, karena cuaca masih berpotensi ekstrem, dan mengantisipasi banjir terjadi lagi," kata Nanang.
Informasi yang dihimpun ANTARA, pada Rabu (21/1) malam banjir terjadi di sejumlah wilayah dan menerjang ribuan rumah warga, yakni Kecamatan Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Kecamatan Banyuglugur.
