Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur belum bisa memaparkan secara rinci jumlah kerugian materiil dampak banjir bandang yang menerjang ribuan rumah warga dan ratusan hektare lahan pertanian serta lembaga pendidikan maupun fasilitas umum lainnya.

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo Prio Andoko mengaku belum bisa menyampaikan secara rinci kerugian materiil dampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1).

 

"Saya belum bisa menghitung, BPBD yang tahu itu. Kalau dana Belanja Tak Terduga (BTT) kabupaten tidak cukup, jadi kami dibantu pemerintah provinsi dan pusat, kalau tidak salah yang tercatat (kebutuhan) sekitar Rp104 miliar," katanya setelah rapat penanganan pasca-banjir bersama di Gedung DPRD Kabupaten Situbondo, Senin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Situbondo Abdur Rahman menyatakan belum bisa menerima data dampak maupun kerugian materiil akibat bencana banjir dari pemerintah daerah setempat, karena belum sempurna atau tidak terinci.

"Data yang disampaikan, kami rasa masih belum cukup untuk kami terima, sehingga kami persilakan pemda mencukupi (memperbaiki), dan dalam waktu satu minggu ke depan semua data yang kami butuhkan itu sudah tercukupi, sehingga nanti kami mengambil langkah-langkah berikutnya," katanya.

Dalam rapat penanganan pasca-banjir itu, kata Abdur Rahman, data dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak dapat diterima DPRD, karena data rincian kerugian materiil akibat bencana belum sempurna.

"Data kerugian akibat banjir belum sempurna, sehingga segala data yang berupa daftar (terdampak banjir) kami kembalikan semua," ucapnya.

 

 

Sebelumnya, BPBD Situbondo mencatat kerugian materiil akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) mencapai sekitar Rp15 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto mengemukakan banjir bandang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antardesa, fasilitas umum dan lembaga pendidikan hingga kerusakan rumah warga.

"Jadi, kerusakan akibat banjir bandang cukup parah, dan sementara kami perkirakan mencapai Rp15 miliar, ini belum termasuk dampak banjir di sektor pertanian," katanya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026