Mojokerto (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memberikan pelatihan kerja berbasis kompetensi kepada 48 warga sebagai upaya mengurangi pengangguran di daerah tersebut.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Mojokerto, Rabu, mengatakan pelatihan dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu sebagai salah satu upaya menekan pengangguran di daerah tersebut.
Dalam pelatihan itu, katanya, peserta terbagi dalam berbagai jenis keterampilan, antara lain tata rias, servis motor, dan servis telepon genggam.
Ia mengatakan setiap bidang diikuti 16 peserta. Mereka bisa menentukan jenis pelatihan karena saat pendaftaran diberi kebebasan untuk memilih sesuai minat masing-masing.
"Peserta yang mengikuti pelatihan ini diutamakan keluarga pekerja pabrik rokok dan warga sekitar pabrik rokok," ujarnya.
Bupati Ikfina mengatakan salah satu tantangan besar yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yakni menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2022.
Ia mengatakan TPT itu berdasarkan dari usia kerja masyarakat mencari kerja dan belum memperoleh kesempatan kerja.
Saat ini, tercatat 5,54 persen TPT di Kabupaten Mojokerto atau setara dengan 35.033 jiwa. TPT tersebut masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang 5,74 persen.
Salah satu upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto saat ini meningkatkan sumber daya manusia yang terampil dan mempunyai kompetensi dengan melakukan pendidikan dan pelatihan.
"Mengingat di era Revolusi Industri 4.0, bahkan sekarang sudah 5.0 maka hanya mereka yang punya keahlian dan keterampilan yang mumpuni mempunyai kesempatan lebih besar," tuturnya.
Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyinergikan dunia industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan, baik negeri maupun swasta.
"Sehingga lulusan lembaga pendidikan dapat diterima dan bekerja pada industri yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto yang diawali mulai sejak dini dengan praktik kerja industri maupun pemagangan," katanya.
