Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, memperpanjang kerja sama dengan pihak maskapai untuk tetap melanjutkan penerbangan komersial dengan rute Jember-Jakarta di Bandara Notohadinegoro.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemkab Jember dengan PT Mataram Surya Nusantara (FlyJaya), di Bandara Notohadinegoro Jember, Rabu.
"Kami kembali menegaskan komitmen dalam memperkuat konektivitas daerah dengan pusat pertumbuhan ekonomi nasional," kata Bupati Jember Muhammad Fawait.
Kerja sama itu merupakan kelanjutan dari penerbangan Jember-Jakarta yang telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan terakhir dan dinilai menunjukkan tren positif.
Penandatanganan MoU itu sekaligus menjadi salah satu kado istimewa bagi masyarakat dalam rangka HUT ke-97 Kabupaten Jember.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan rasa syukur atas terhubungnya Jember secara langsung dengan Ibu Kota Jakarta, yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, konektivitas udara itu bukan sekadar mempersingkat jarak, tetapi menjadi jembatan strategis dalam mendekatkan hubungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Selama tiga bulan terakhir ini kami sudah merasakan langsung dampaknya. Ketika akses ke Jakarta menjadi lebih cepat dan mudah, komunikasi dengan pemerintah pusat juga semakin intens," ujarnya pula.
Ia mengatakan hasilnya banyak program nasional yang kini turun ke Jember, mulai dari revitalisasi sekolah terbesar se-Indonesia, optimalisasi lahan, hingga berbagai program infrastruktur lainnya.
Dalam kerja sama terbaru itu, Pemkab Jember dan pihak maskapai sepakat untuk melanjutkan penerbangan Jember-Jakarta sepanjang tahun 2026. Bahkan, harga tiket direncanakan mengalami penurunan dan ditargetkan berada di bawah Rp2 juta.
Dia mengatakan minat pihak maskapai untuk terus melanjutkan kerja sama, bahkan membuka peluang penambahan frekuensi dan jumlah penerbangan, menjadi indikator kuat bahwa rute Jember-Jakarta memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
“Jika nanti ada penambahan pesawat baru, pihak maskapai sudah menyampaikan antusiasmenya untuk menambah jumlah penerbangan. Itu menunjukkan bahwa Jember-Jakarta adalah rute yang hidup dan berkembang,” katanya.
Gus Fawait menjelaskan manfaat penerbangan itu tidak diukur dalam waktu singkat, karena target utama yang ingin dicapai adalah investasi, program pemerintah pusat, serta penguatan sektor pariwisata yang memerlukan proses berkelanjutan.
"Saya berharap kemudahan akses itu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus membangkitkan kebanggaan sebagai warga Jember," ujarnya.
Direktur Niaga FlyJaya Ari Mersiyanto memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Jember atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai mitra strategis dalam membangun konektivitas udara.
"Kami merasa sangat berbangga hati. Sebagai maskapai baru, kepercayaan dari Jember merupakan anugerah besar bagi kami. Kerja sama yang sudah berjalan hampir tiga bulan itu benar-benar luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan pula, komunikasi yang terjalin dengan jajaran Pemkab Jember berjalan sangat baik tanpa kendala berarti, sehingga pihaknya menyatakan kesiapan untuk memperluas layanan ke depan.
“Insya Allah, ketika kami menambah armada, penambahan frekuensi maupun rute dari Jember akan kami akomodir. Harapannya, Bandara Notohadinegoro semakin ramai, frekuensi penerbangan bertambah, rute semakin beragam, dan jumlah penumpang terus meningkat,” katanya lagi.
Penurunan harga tiket disebut menjadi langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Selain memudahkan mobilitas warga Jember, kebijakan itu juga diharapkan menarik minat wisatawan dari Jakarta dan daerah lain untuk berkunjung ke Jember.
“Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, faktor keterisian penumpang akan meningkat. Kami ingin mengajak masyarakat menikmati penerbangan sekaligus mendorong kunjungan wisata ke Jember,” ujarnya.
Penandatanganan MoU itu menjadi simbol optimisme baru bagi masa depan transportasi udara di Jember. Kerja sama yang diperpanjang hingga 2026 menunjukkan kepercayaan bersama antara pemerintah daerah dan maskapai terhadap potensi besar Jember.
Lebih dari sekadar kerja sama bisnis, penerbangan Jember-Jakarta diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, pintu masuk investasi, serta sarana promosi keindahan alam dan potensi daerah Jember ke tingkat nasional.
Sebagai satu-satunya bandara yang memiliki fasilitas cigar lounge, sehingga Bandara Notohadinegoro diharapkan semakin dikenal dan diminati, seiring meningkatnya konektivitas dan layanan penerbangan.
