Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan menjalin kolaborasi strategis dengan PT Moya Indonesia untuk memperkuat sistem penyediaan air minum dan meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan memberi dampak nyata terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
"Kolaborasi ini akan kami pastikan memiliki tindak lanjut dan dampak positif kepada masyarakat," ujarnya usai meneken dokumen kerja sama di Lamongan, Jawa Timur, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memprioritaskan percepatan penambahan debit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojokerto–Lamongan–Gresik (Mojolagres) menjadi 50 liter per detik serta peningkatan kapasitas layanan di Plosowahyu menjadi 100 liter per detik.
"Peningkatan kapasitas ini penting untuk memperluas jangkauan layanan air bersih," jelasnya.
Pemkab Lamongan menegaskan bahwa optimalnya operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan air bersih yang lebih layak, higienis, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Perwakilan PT Moya Indonesia Asa Ardian Bodjanegara mengatakan pihaknya telah melakukan kajian teknis hingga finansial sebelum memulai kolaborasi tersebut.
"Studi-studi awal telah kami lakukan agar kerja sama ini tepat sasaran," katanya.
PT Moya Indonesia merupakan perusahaan penyedia layanan pengelolaan air minum yang bergerak di bidang pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan instalasi pengolahan air di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah dan PT Moya Indonesia berharap upaya peningkatan kapasitas distribusi air dapat memperluas cakupan layanan, mengurangi potensi krisis air bersih, serta mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.
