Bandung Barat (ANTARA) - Tim SAR gabungan menyatakan sebanyak 83 kantong jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berhasil dievakuasi hingga hari ke-10 operasi pencarian.
“Secara akumulatif hingga sore ini sebanyak 83 kantong jenazah. Jumlah ini sudah melebihi dari jumlah dalam daftar pencarian. Namun dari identifikasi DVI ada kantong jenazah yang melebihi dari satu namun memiliki identitas tunggal,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, Senin.
Ade menjelaskan, dari total tersebut, sebanyak 61 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Dari jumlah itu, 45 orang tercatat sebagai warga setempat yang masuk dalam daftar pencarian, sementara 16 lainnya berada di luar data awal.
“Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dalam daftar pencarian. Kemudian dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian,“ katanya.
Dengan demikian, lanjut Ade, masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, termasuk sekitar 20 korban yang masih berupa kantong jenazah dan dalam proses identifikasi.
Ia menambahkan, pelaksanaan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan sesuai dengan keputusan penetapan status tanggap darurat bencana.
“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” kata Ade.
Selain itu, Tim SAR gabungan juga memperluas wilayah pencarian dengan menggeser sebagian personel dari sektor A2 ke sektor B2 setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya potensi keberadaan korban di area tersebut.
