Pamekasan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mengungsikan sebanyak 10 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.

"Saat ini, 10 kepala keluarga tersebut tidak lagi tinggal di rumah yang rusak akibat bencana tanah longsor itu, akan tetapi ke rumah famili mereka," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi di Pamekasan, Minggu malam.

Bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan itu terjadi Sabtu (17/1), menyusul hujan deras yang terjadi wilayah itu.

Awalnya, sebanyak 12 rumah dilaporkan rusak akibat bencana itu, tersebar di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung.

Jenis Kerusakan meliputi dinding dan lantai rumah yang terbelah serta fondasi bangunan yang ambles akibat longsor yang dipicu curah hujan tinggi.

"Per hari ini ada tambahan satu rumah lagi yang terdampak dan mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor tersebut dan ke 13 rumah ini milik 10 kepala keluarga," katanya.

Menurut Rosidi, bencana tanah longsor terparah terjadi di Dusun Paseset timur. Tim gabungan dari BPBD Pemkab Pamekasan bersama polisi dan TNI hingga Minggu malam terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

"Kami juga telah melaporkan kejadian ini ke Pemprov Jatim untuk menangani korban terdampak," katanya.

Selain merusak rumah warga, bencana tanah longsor itu juga menyebabkan akses jalan lintas desa tertutup dan telah dilakukan evakuasi oleh petugas.

Bencana tanah longsor merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Pamekasan saat musim hujan seperti sekarang ini. Jenis bencana lain yang juga sering terjadi adalah banjir dan angin kencang.



Pewarta: Abd Aziz
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026