Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyiapkan sebanyak 35 calon transmigran untuk mengikuti program transmigrasi 2026 yang dilaksanakan dengan pola baru berbasis keterampilan dan kebutuhan daerah tujuan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Zamroni mengatakan, penyiapan calon transmigran tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan transmigrasi nasional yang menekankan kualitas sumber daya manusia, bukan lagi mobilisasi penduduk secara massal.
“Kami menyiapkan 35 calon transmigran yang memiliki keterampilan dan berada pada usia produktif untuk mengikuti program transmigrasi 2026,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Pelaksanaan transmigrasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 yang mengatur bahwa penempatan transmigran hanya dapat dilakukan atas permintaan pemerintah daerah penerima, sehingga penempatan sepenuhnya berbasis kebutuhan pembangunan wilayah setempat.
Zamroni menjelaskan, seluruh calon transmigran nantinya wajib mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Transmigrasi yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.
Para calon transmigran asal Lamongan tersebut direncanakan ditempatkan di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Tengah.
Mayoritas calon transmigran yang akan diberangkatkan memiliki keterampilan di bidang perkebunan, servis kendaraan, serta pengolahan pangan rumah tangga.
“Untuk kuota keberangkatan masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, calon transmigran yang diberangkatkan akan memperoleh fasilitas dasar, bantuan hidup, sarana produksi, serta layanan sosial sesuai ketentuan program transmigrasi nasional.
Pemerintah daerah setempat mengimbau kepada masyarakat yang berminat mengikuti program transmigrasi agar segera mendaftarkan diri langsung ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan.
