Sebanyak 64 jiwa dari 13 kepala keluarga kini menempati tenda pengungsian. Sebelumnya mereka mengungsi di rumah famili mereka.
Pamekasan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur membangun tenda pengungsian di lokasi bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, menyusul makin parahnya retakan tanah di sekitar lokasi kejadian.
"Tenda yang kami bangun di sana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Brimob Polda Jatim," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi, saat meninjau aktivitas pengungsi korban tanah longsor itu, Selasa malam.
Sebanyak 64 jiwa dari 13 kepala keluarga kini menempati tenda pengungsian. Sebelumnya mereka mengungsi di rumah famili mereka.
Rosidi mengatakan, keputusan untuk membantu tenda pengungsian itu dilakukan, karena kondisi tanah terus mengalami pergerakan dan retakan yang semakin melebar.
"Maka setelah kami melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, warga terdampak dan aparat desa, kami langsung membangun tenda untuk ditempati para korban," katanya.
Selain membangun tenda, Pemkab Pamekasan juga memberikan bantuan berupa alas tidur, selimut, alat mandi, sembako, serta matras.
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto mengatakan, telah menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperhatikan kesejahteraan para korban.
"Kami juga mengupayakan, agar kejadian di Pamekasan ini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur," katanya.
Bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan itu terjadi Sabtu (17/1) menyusul hujan deras yang terjadi wilayah itu.
Awalnya, sebanyak 12 rumah dilaporkan rusak akibat bencana itu, tersebar di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung.
Jenis kerusakan meliputi dinding dan lantai rumah yang terbelah serta fondasi bangunan yang ambles akibat longsor yang dipicu curah hujan tinggi.
Selain merusak rumah warga, bencana tanah longsor itu juga menyebabkan akses jalan lintas desa tertutup dan telah dilakukan evakuasi oleh petugas.
Pewarta: Abd AzizEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026