Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengantongi modal positif menjelang laga pembuka BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2025 yang bergulir di Axiata Arena, Kuala Lumpur pada 6–11 Januari, melawan wakil Jepang Manami Suizu.
Putri memiliki kepercayaan diri setelah mencatat kemenangan pada pertemuan sebelumnya. Pada ajang Macau Open 2024, Putri mengalahkan Suizu dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-17.
Berdasarkan hasil undian, Putri berada di bagan bawah dan diprediksi dapat melaju hingga perempat final sebelum berpotensi menghadapi unggulan kedua asal China Wang Zhi Yi.
Pada edisi sebelumnya, pebulu tangkis berusia 23 tahun itu terhenti di perempat final setelah kalah dari wakil Thailand Ratchanok Intanon dengan skor 13-21, 21-15, 16-21. Babak delapan besar juga menjadi pencapaian terbaik Putri sejak menjalani debutnya di Malaysia Open pada 2022.
Sebelumnya, Putri mengaku baru kembali menjalani latihan dengan intensitas penuh setelah mendapatkan waktu istirahat usai tampil di BWF World Tour Finals 2025. Oleh karena itu, fokus utamanya pada turnamen pembuka musim ini adalah memulihkan kondisi fisik sekaligus mengembalikan sentuhan permainan.
“Setelah World Tour Finals berakhir, saya ingin refresh dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan pikiran. Pelatih memberi libur beberapa hari dan alhamdulillah sekarang sudah kembali fresh,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI.
Ia menjelaskan persiapan menuju Malaysia Open dijalani sekitar 10 hari dengan penekanan awal pada penguatan fisik sebelum masuk ke latihan teknik.
“Di hari-hari awal balik latihan, fisik menjadi fokus dan latihannya diperberat. Dua hari terakhir baru lebih ke teknik,” ujarnya.
Mengawali musim dari turnamen berlevel Super 1000 membuat Putri memilih untuk tidak memasang target berlebihan. Ia menyebut turnamen pembuka lebih tepat dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan menghadapi rangkaian kompetisi panjang sepanjang musim 2025.
“Cukup deg-degan karena memulai lagi dari awal. Tapi ini turnamen pembuka, saya ingin bisa bermain enak,” kata Putri.
Malaysia Open menjadi salah satu turnamen dengan persaingan ketat di awal tahun. Bagi Putri, ajang ini menjadi langkah awal untuk kembali menemukan ritme permainan.
Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri pada Malaysia Open 2025 setelah Gregoria Mariska Tunjung mendapat proteksi peringkat guna menjalani pemulihan kondisi vertigo.
Sementara itu, Indonesia juga menurunkan Jonatan Christie dan Alwi Farhan di sektor tunggal putra.
Pada nomor ganda putra, Merah Putih mengandalkan tiga pasangan, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Di sektor ganda putri, Indonesia diwakili pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, sementara sektor ganda campuran diisi Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Indonesia terakhir kali meraih gelar juara Malaysia Open pada 2023 melalui pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang di final mengalahkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.
Pewarta: Muhammad RamdanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026