Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melelang empat paket proyek perbaikan jalan yang bernilai total miliaran rupiah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto Purnomo di Ponorogo, Rabu, mengatakan pihaknya telah menuntaskan perhitungan ulang anggaran menyusul kenaikan harga aspal dalam beberapa bulan terakhir.

"Empat paket lelang perbaikan jalan sudah diunggah oleh UKPBJ beberapa waktu lalu," kata Jamus.

Jamus mengatakan empat paket pekerjaan tersebut telah diunggah dan saat ini sedang berproses di UKPBJ.

Empat ruas jalan yang masuk dalam paket lelang itu meliputi Selur-Wonodadi, Badegan-Tulung, Pulung-Jurangwuluh, serta Jarakan-Kalibening. Masing-masing paket pekerjaan memiliki nilai anggaran lebih dari Rp7 miliar.

"Setiap ruas dianggarkan lebih dari Rp7 miliar," ujarnya.

Jamus berharap proses lelang dapat segera rampung, sehingga pekerjaan fisik di lapangan bisa dimulai dalam waktu dekat.

Dengan begitu, masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari peningkatan kualitas jalan tersebut.

"Harapannya sebelum akhir bulan ini sudah bisa mulai dikerjakan," Jelasnya.

Selain empat ruas yang tengah dilelang, DPUPKP juga menyiapkan sejumlah ruas prioritas lainnya untuk dilakukan penanganan.

Di antaranya ruas Jeruksing-Jetis serta beberapa jalur dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi.

"Sejumlah ruas seperti Seloaji, Jeruksing, hingga Jalan Niken Gandini sudah dilakukan pemeliharaan rutin sambil menunggu pengaspalan," terangnya.

Menurut Jamus, kebutuhan perbaikan jalan di Ponorogo saat ini memang cukup mendesak.

Bahkan, beberapa ruas sempat menjadi sorotan masyarakat karena kondisi kerusakannya.

"Memang perbaikan jalan ini sudah ditunggu-tunggu, apalagi beberapa ruas sempat viral karena kerusakannya," katanya.

Ia menambahkan mundurnya proses penanganan jalan tidak terlepas dari penyesuaian anggaran akibat lonjakan harga aspal.

Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan perhitungan ulang sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan.

"Kami harus melakukan perhitungan ulang karena ada kenaikan harga aspal," sebutnya.



Pewarta: Destyan H Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026