Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap mendukung pengembangan infrastruktur di Jawa Timur.

"Untuk konektivitas ada beberapa program terkait dengan pembangunan prasarana infrastruktur," katanya dalam konferensi pers di Surabaya, Senin.

Dukungan APBN terhadap infrastruktur Jawa Timur di antaranya ditujukan untuk konektivitas yaitu telah terealisasi sebesar Rp429,26 miliar atau 27,57 persen dari pagu.

Konektivitas itu meliputi pembangunan prasarana infrastruktur konektivitas transportasi laut 15 unit, pembangunan dan preservasi jalan nasional 825,24 kilometer, dan pemeliharaan rutin 135 jembatan.

Selain konektivitas, APBN juga mendukung infrastruktur sumber daya air dengan realisasi sebesar Rp290,46 miliar atau 16,14 persen dari pagu.

Infrastruktur sumber daya air ini terdiri dari pembangunan bendungan Karangnongko Bojonegoro, pembangunan bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, dan rehabilitasi bendungan Jatim Lerek di Kabupaten Jombang.

Berikutnya, APBN ditujukan untuk infrastruktur perumahan dan permukiman dengan realisasi Rp55,28 miliar atau 10 persen dari pagu yakni meliputi perbaikan 2.400 rumah.

Kemudian juga untuk pelatihan bidang infrastruktur 400 orang, serta penyelenggaraan sanitasi aman dan persampahan terpadu bagi 11.105 kepala keluarga.

Saiful menambahkan, APBN turut ditujukan untuk prasarana strategis dengan realisasi Rp1.037,31 miliar termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di 18 lokasi di Jawa Timur.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026