Ada sekitar 960 unit RTLH yang kami usulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi
Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengusulkan sebanyak 960 rumah tidak layak huni (RTLH) untuk direhabilitasi melalui program bantuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto, Kamis, mengatakan usulan tersebut disusun berdasarkan hasil pendataan kondisi rumah warga di seluruh kecamatan.
"Ada sekitar 960 unit RTLH yang kami usulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi," kata Jamus Kunto.
Ia menjelaskan jumlah tersebut masih bersifat usulan karena kepastian kuota bantuan dari Kementerian PKP hingga kini belum ditetapkan.
Ratusan RTLH itu tersebar di 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Pendataan RTLH, menurut Jamus, mengacu pada basis data desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Jika seluruh kebutuhan pada desil satu telah terakomodasi dan kuota masih tersedia, pendataan dapat diperluas ke desil berikutnya.
"Kalau desil satu sudah tertangani dan kuota masih ada, baru bisa turun ke desil dua dan seterusnya," ujarnya.
Jamus menyebut besaran anggaran rehabilitasi setiap unit RTLH tidak seragam karena menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan rumah.
"Rata-rata anggaran rehabilitasi berkisar Rp17 juta hingga Rp20 juta per unit, sudah termasuk material bangunan dan upah tenaga kerja," katanya.
Ia menambahkan program RTLH berbeda dengan Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT).
Program RTLH difokuskan pada perbaikan rumah warga secara individual, sedangkan P3KT menyasar pembangunan infrastruktur kawasan secara terpadu.
"P3KT mencakup pembangunan jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, drainase, hingga penataan kawasan, sementara RTLH hanya untuk perbaikan rumah, " jelasnya.
Untuk jumlah usulan tahun ini, Jamus menilai relatif sama dengan tahun sebelumnya dan tidak mengalami peningkatan signifikan.
"Jumlahnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tidak ada lonjakan berarti," pungkasnya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026