Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali menyatakan proses pembersihan material longsor di Km 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, tuntas dalam waktu dua hari.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim, Satker Wilayah II Jatim BBPJN Jatim-Bali Endhy Aktony, di Trenggalek, Jawa Timur, Rabu, mengatakan proses evakuasi material dilakukan secara hati-hati karena kondisi tebing masih rawan longsor susulan.

"Targetnya dua hari selesai. Namun pekerjaan belum bisa maksimal karena harus bergantian dan mempertimbangkan faktor keselamatan," kata Endhy.

Dalam penanganan tersebut, pihaknya menerjunkan empat unit alat berat, yakni dua ekskavator, satu breaker (pemecah batu), dan satu loader.

Ia menjelaskan, berdasarkan rekomendasi tim di lapangan, batu berukuran besar yang menutup badan jalan terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker sebelum diangkut dengan ekskavator.

"Dari Basarnas menyarankan menggunakan breaker dulu. Setelah batu terpecah, baru dimuat menggunakan ekskavator," ujarnya.

Menurut hasil pemantauan awal, tingkat kerusakan infrastruktur tidak terlalu parah dan dapat ditangani dengan cepat.

Tembok penahan (tanggul) yang terdampak dilaporkan pecah akibat tertimpa batu, bukan karena pergerakan tanah.

"Tembok penahan pecah karena tertimpa batu, bukan karena tanah turun. Bagian bawah juga sama," katanya.

Setelah pembersihan rampung, tim perencanaan akan melakukan evaluasi teknis untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan talud yang ambrol.

Endhy memastikan perbaikan kerusakan aspal akibat longsor ditargetkan tuntas sebelum Lebaran 2026 sehingga arus lalu lintas jalur nasional Trenggalek–Ponorogo kembali normal.

Untuk penanganan sementara di area rawan, pihaknya akan memasang pelindung seperti geolandscape dan terpal guna mencegah rembesan air hujan sembari menunggu perencanaan konstruksi permanen.

Sebelumnya, tanah longsor terjadi pada Selasa (3/3) sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Bongkahan batu berukuran besar dari tebing setinggi sekitar 50 meter menutup total badan jalan, namun tidak menimbulkan korban jiwa.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026