Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan memastikan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) berupa dua lampu lalu lintas segera dipasang di simpang Desa Balun dan Kaliotik untuk meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus kendaraan di Jalan Lingkar Utara (JLU), wilayah setempat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Lamongan, Jawa Timur, Selasa, mengatakan sejak dioperasikan pada Agustus 2025, pihaknya terus melakukan evaluasi agar manfaat JLU optimal bagi masyarakat.
“Sejak dibuka untuk umum, memang masih terus dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas keamanan pengguna jalan,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum pemasangan APILL dimulai, pihaknya bersama tokoh lintas agama menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya masyarakat pengguna JLU.
“Upaya lahirnya adalah pemasangan lampu lalu lintas di Simpang Balun dan Kaliotik, sedangkan ikhtiar batinnya doa bersama. Mudah-mudahan langkah ini lebih menjamin keselamatan pengguna JLU,” tambahnya.
Pemerintah daerah setempat akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi, termasuk soal penerangan jalan agar penggunaannya lebih optimal.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali yang diwakili Arfian Zanuardi menambahkan JLU memang masih memerlukan penyesuaian dan penyempurnaan berkesinambungan, mulai dari kondisi jalan, penerangan, hingga kelengkapan APILL.
Sebagai informasi, JLU sepanjang 7,15 kilometer yang membentang dari Desa Rejosari, Kecamatan Deket, hingga Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, sebelumnya telah dilengkapi tiga APILL yakni di pintu barat, pintu timur, dan Simpang Deket.
Selama pemasangan dua APILL baru, JLU ditutup sementara dan akan dibuka kembali setelah pekerjaan rampung.
Pemkab Lamongan segera pasang dua lampu lalu lintas di JLU
Selasa, 23 September 2025 16:56 WIB
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama tokoh lintas agama dan pejabat daerah menggelar doa bersama sebelum pemasangan traffic light atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di simpang Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan, Jawa Timur, Selasa (23/9/2025). (ANTARA/HO-Kominfo Lamongan)
