Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur memperbaiki Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni sistem basis data terpadu yang memuat informasi lengkap kondisi sosial dan ekonomi seluruh penduduk di wilayah itu untuk penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pamekasan Herman Hidayat Santoso di Pamekasan, Sabtu mengatakan bahwa warga wilayah setempat yang masuk dalam kategori miskin sebenarnya sebanyak 921.956 orang.
"Akan tetapi yang masuk desil 1 sampai 5 baru sebanyak 535.866 orang, sehingga banyak warga miskin yang tidak masuk dalam data ini," katanya.
Dengan demikian, sambung dia, ada sebanyak 386.090 warga yang belum masuk data ini.
Karena itu, sambung Herman, pihaknya akan melakukan perbaikan data ulang jumlah warga miskin di Kabupaten Pamekasan agar masuk dalam DTSEN, agar bisa menerima hak sebagai penerima bantuan.
Saat ini, sambung dia, pihaknya telah menginstruksikan kepada para kepala desa yang tersebar di 13 kecamatan agar melakukan perbaikan data bagi warga yang belum masuk DTSEN itu.
Sebelumnya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan menemukan sebagian warga yang masuk kategori miskin bahkan kategori miskin ekstrem di wilayah itu tidak menerima bantuan sosial.
Salah satunya, ditemukan di Kecamatan Proppo, Palengaan dan Pegantenan. Selain menemukan banyak warga miskin yang tidak Komisi II DPRD setempat juga menemukan ada warga mampu yang justru masuk dalam kategori warga miskin seperti pengusaha tembakau asal Kecamatan Kadur, Pamekasan yang masuk dalam data DTSEN.
