Malang Raya (ANTARA) - Wali Kota Batu Nurochman menyebut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia merupakan momentum memperkuat implementasi visi misi Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, dan Ekologis (MBATU SAE).
Nurochman ditemui seusai pelaksanaan upacara penurunan bendera yang menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di kota tersebut, di Balai Kota Among Tani, Minggu, menyatakan komponen pertama mencakup penguatan tata kelola sektor pertanian, dengan membangkitkan semangat pemuda menjadi petani.
"Yang pasti dari visi dan misi MBATU SAE itu cukup kontekstual, bagaimana bidang pertanian terus tumbuh dan anak-anak muda di sini semakin semangat kembali bertani," kata Nurochman.
Keberadaan petani dari golongan pemuda diyakininya membuat pertanian di Kota Batu bertransformasi ke arah lebih modern.
"Model smart farming tentu itu akan menjadi daya tarik," ujarnya.
Kemudian pada pariwisata, Nurochman menyatakan sektor tersebut telah menjadi keunggulan yang dimiliki oleh Kota Batu dan pengembangannya akan lebih diarahkan membangun ekosistem green tourism.
Upaya menghadirkan pariwisata ramah lingkungan merupakan langkah yang perlu diambil untuk mempertahankan kondisi kelestarian lingkungan.
"Karena lingkungan itu memiliki dampak langsung kepada masyarakat secara ekonomi, jadi perlu ditata pengembangannya," ucapnya.
Nurochman menambahkan sektor pendidikan turut menjadi prioritas untuk diperkuat.
Dia menyadari melalui pendidikan rencana pengembangan dan pembangun di pelbagai sektor bisa berjalan lancar, lantaran adanya sumber daya manusia (SDM) berkompeten.
Maka dari itu, Pemkot Batu telah meluncurkan program 1.000 Sarjana yang modelnya adalah memberikan bantuan beasiswa perkuliahan bagi anak-anak muda dari kapangan keluarga tidak mampu dan berprestasi.
"Kami menginginkan melahirkan banyak generasi muda yang berkualitas, sampai saat ini sekitar 200an sekian anak (terdaftar) di program ini," ujar dia.
Tak lupa, dia menekankan, HUT ke-80 Republik Indonesia harus menjadi momentum bagi jajaran Pemkot Batu dalam memperkuat kinerja kerakyatan.
"Kami harus terus berbenah, memperbaiki diri, dan bersemangat berbuat kebaikan kepada rakyat," tuturnya.
Sebagai informasi pelaksanaan upacara penurunan bendera merah putih yang diselenggarakan di Balai Kota Among Tani, Kota Batu berjalan meriah tetapi tetap khidmat.
Acara tersebut dihadiri 559 peserta, diantaranya TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Korps Pegawai Republik Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia, dan pelajar dari beberapa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Batu.
Prosesi penurunan bendera merah putih dilakukan langsung oleh 76 anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka).
Di akhir acara, Wali Kota Batu Nurochmam dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto bersama tamu undangan menyapa para peserta upacara, sembari diiringi lagu berjudul "Bendera" dari band Cokelat.
