Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kepengurusan baru KONI Jawa Timur periode 2025-2029 memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga daerah sekaligus menyiapkan atlet menghadapi ajang besar seperti PON hingga internasional.
"Salah satu fokus utama pembinaan ke depan adalah persiapan menghadapi PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur," kata Khofifah saat memberi sambutan pada pengukuhan pengurus KONI Jatim periode 2025-2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Selain itu, ia juga menegaskan komitmen jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk mendukung proses pembinaan atlet, termasuk memperkuat cabang olahraga yang sebelumnya sempat kehilangan medali.
Menurut dia, terdapat semangat besar dari Nusa Tenggara sebagai tuan rumah PON 2028, sehingga Jawa Timur siap memberikan dukungan sekaligus memperkuat pengembangan cabang olahraga tertentu yang sebelumnya sempat kehilangan medali agar kembali menjadi kekuatan daerah.
Oleh karena itu, ia mendorong agar pembinaan atlet di Jawa Timur menerapkan sport science agar proses pelatihan lebih terukur, sistematis, dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Gubenur wanita pertama di Jawa Timur itu menilai penguatan prestasi olahraga juga harus dibarengi dengan pembangunan budaya olahraga sejak dini melalui lingkungan yang menyemarakkan semangat berolahraga di masyarakat.
“Saya pernah ke Porto Alegre, kota kelahiran Ronaldo, dan di sana nenek-nenek pun main bola. Jadi bola itu adalah sebuah industri dan kultur di sana,” ujar Khofifah.
