Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi talenta murid SMKN 1 Buduran Sidoarjo yang menunjukkan praktik pembelajaran berstandar industri saat meninjau aktivitas teaching factory dan unit praktik sekolah tersebut.

“Terus terang saya takjub. Anak-anak ini bukan sekadar belajar, tapi sudah bekerja seperti di industri yang sebenarnya. Cara mereka melayani, memproduksi, memasarkan, hingga menjaga kualitas, semuanya menunjukkan kesiapan masuk dunia kerja dan dunia usaha,” ujar Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.

Khofifah meninjau berbagai unit praktik di SMKN 1 Buduran mulai dari Galeri Ageman bidang tata busana, dapur produksi dan tata boga, Resto Pawon Satu, Tefa Cafe (Teaching Factory Cafe), Edotel (Education Hotel), hingga Edo Salon.

Ia menilai aktivitas pembelajaran vokasi di sekolah tersebut sudah mencerminkan standar kerja dunia usaha dan dunia industri, karena siswa bekerja secara disiplin, terstruktur, serta berorientasi pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada unit Galeri Ageman, Khofifah mengaku terkejut setelah mengetahui karya siswa bidang tata busana mampu menembus pasar internasional dan pernah tampil dalam ajang fesyen di Hong Kong. Produk yang dihasilkan dinilai telah memiliki kualitas berkelas dunia.

Di unit tata boga, menurut Khofifah, produk siswa telah dipasarkan melalui platform digital serta menerima pesanan dalam jumlah besar dari perusahaan maupun instansi. Bahkan, sejumlah produk telah masuk e-katalog atau katalog elektronik pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, Tefa Cafe dan restoran sekolah yang menyajikan beragam menu makanan dan minuman yang dikelola siswa juga diminati masyarakat umum sebagai bagian praktik pelayanan publik sesuai bidang keahlian.

Sementara itu, Edotel SMKN 1 Buduran dinilai dikelola secara profesional dengan standar layanan mendekati hotel berbintang. Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga digunakan masyarakat dan wisatawan.

Khofifah menjelaskan pola pembelajaran di SMKN 1 Buduran dilakukan dengan skema satu minggu pembelajaran di kelas dan dua minggu praktik lapangan melalui unit teaching factory, sehingga meningkatkan kompetensi siswa secara nyata.

"Tingkat employability atau kesiapan kerja siswa terlihat dari kemampuan teknis, inovasi, serta keberanian berwirausaha, termasuk memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial dan platform daring," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi inovasi digital berupa aplikasi Hollyday karya siswa yang menyediakan layanan perjalanan dan akomodasi secara profesional dengan transaksi signifikan.

Selain aspek bisnis, Khofifah menyoroti pengelolaan lingkungan sekolah yang menerapkan prinsip ramah lingkungan, zero waste, serta pengelolaan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut SMKN 1 Buduran menjadi contoh pendidikan vokasi berdampak yang mampu melahirkan lulusan siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing.

"Produk siswa di berbagai bidang telah menunjukkan kualitas profesional, mulai dari tata busana yang tampil di ajang internasional, tata boga yang masuk pasar digital, hingga pengelolaan hotel dan kafe layaknya industri jasa profesional," ujarnya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026