Surabaya (ANTARA) - Jawa Timur mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah murid terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) selama tujuh tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah, kita bersyukur karena Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu.
Khofifah mengatakan Jatim tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah murid terbanyak diterima melalui SNBP Tahun 2026, tetapi juga kembali menjadi provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang lolos SNBT.
"Dengan capaian ini, Jawa Timur mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data SNBP 2026, sebanyak 29.046 murid asal Jawa Timur diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar. Sementara itu, rekapitulasi Dinas Pendidikan Jawa Timur per 31 Mei 2026 menunjukkan jumlah murid Jawa Timur yang lolos SNBT mencapai 24.213 orang.
Angka tersebut meningkat 4.024 murid atau 19,9 persen dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 20.189 murid.
Khofifah menilai capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan daya saing pendidikan Jawa Timur di tingkat nasional.
“Ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur terus meningkat. Semangat Jatim Cerdas yang kita bangun bersama mampu menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu, inklusif, dan berdampak bagi masa depan generasi muda,” katanya.
Selain itu, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak yang lolos SNBP secara nasional. Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jawa Timur, sebanyak 8.915 murid diterima di PTN.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur semakin terbuka. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan meraih pendidikan tinggi,” kata Khofifah.
Data Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menunjukkan seluruh cabang dinas pendidikan mengalami kenaikan jumlah murid lolos SNBT pada 2026.
Cabang Dinas Pendidikan Sidoarjo mencatat kenaikan tertinggi sebesar 100,8 persen, dari 2.265 murid pada 2025 menjadi 4.548 murid pada 2026.
Di wilayah Madura, jumlah murid lolos SNBT di Pamekasan meningkat 33,02 persen, Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.
Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan hasil positif program "MAMA MAU NAIK KELAS" atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi.
Sejumlah daerah lain juga mencatat peningkatan jumlah murid lolos SNBT, antara lain Gresik sebesar 26,6 persen, Bondowoso 25,6 persen, Kabupaten Pasuruan 24,8 persen, Lamongan 17,13 persen, Kabupaten Malang 16,91 persen, Jember 13,3 persen, dan Bojonegoro 10,12 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan capaian SNBT mencerminkan meningkatnya daya saing generasi muda Jawa Timur dalam mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
“Semakin banyak anak Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri, maka semakin besar peluang kita mencetak SDM unggul, kompetitif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.