Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur menyatakan kawasan perumahan menjadi salah satu titik lokasi rawan tindak kejahatan selama berlangsungnya tradisi mudik yang berlanjut ke masa libur Idul Fitri.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin di balai kota setempat, Selasa, mengatakan pengamanan yang diterapkan oleh petugas gabungan tidak hanya fokus di pusat keramaian, tetapi juga ke lingkungan perumahan.
"Salah satu titik rawan ada di perumahan, kami kan sudah ada patroli rutin selama mudik dan libur Lebaran yang dilakukan oleh petugas gabungan," kata Ali.
Masuknya kawasan perumahan ke dalam titik rawan tindak kriminal saat Lebaran dikarenakan lokasi tersebut acap kali ditinggalkan oleh penghuninya yang mudik atau pulang ke kampung halaman.
Selain itu, beberapa warga perumahan melakukan perjalanan liburan saat Hari Raya Idul Fitri.
Kondisi tersebut diakui oleh Ali memang membutuhkan atensi khusus, sehingga masyarakat bisa tetap tenang ketika akan melakukan mudik maupun berlibur.
"Makanya (patroli) akan dilakukan lebih ketat," ujarnya.
Beberapa kerawanan yang sering muncul, kata dia, yakni tindak kriminal berupa pencurian dan perampokan.
"Kerawanannya tentu tingkat kejahatan yang ada dan paling rawan terjadi pencurian sama perampokan rumah yang kosong" ucap dia.
Tak hanya tentang tindak kriminal, pemkot setempat menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran, khususnya di rumah yang dalam kondisi kosong karena ditinggal pemiliknya mudik.
Petugas dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang untuk bergabung ke dalam regu patroli sekaligus bersiaga melakukan penanganan terhadap setiap laporan peristiwa kebakaran yang terjadi.
"Kami menyiapkan petugas pemadam kebakaran sehingga bisa terus bersiaga," katanya.
Dia menambahkan pihaknya mencegah peredaran uang palsu yang bisa muncul ketika momen tertentu.
"Kami antisipasi soal uang palsu itu, supaya masyarakat tidak ada yang kena," kata Ali.