Kejuaraan lokal menjadi fondasi pembinaan atlet

Surabaya (ANTARA) - Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Kabupaten Lumajang menggelar Kejuaraan Karate Tradisional Lumajang Tahun 2025 sebagai ajang seleksi atlet menuju FORPROV III Jawa Timur 2026 di Jember dan FORNAS IX 2027 di Palu, Sulawesi Tengah.

Mewakili Ketua KORMI Kabupaten Lumajang Moh. Taufik mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi olahraga sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet daerah.

“Kejuaraan lokal menjadi fondasi pembinaan atlet,” kata Taufik dalam keterangannya di Surabaya, Kamis.

Ia menjelaskan, Lumajang sebelumnya mampu mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang FORNAS dengan raihan sembilan medali emas dan menempati peringkat dua nasional.

Oleh karena itu, kata dia, dengan kejuaraan yang diikuti sekitar 80 atlet dari berbagai perguruan karate tradisional pada Minggu (28/12) itu, ditargetkan pada ajang FORNAS berikutnya Lumajang dapat menempati peringkat pertama.

Sementara itu, Ketua FKTI Kabupaten Lumajang Ferry Sinaro mengatakan kejuaraan tersebut difokuskan untuk menjaring atlet terbaik yang akan direkomendasikan mewakili Lumajang pada FORPROV Jatim 2026.

“Kegiatan ini murni untuk seleksi atlet,” ucapnya.

Ia menjelaskan, atlet hasil seleksi diharapkan mampu mempertahankan prestasi Lumajang sebagai juara umum di ajang sebelumnya, sehingga bisa mempertahankan dominasi medali di FORPROV III.

Ferry menambahkan, pada kejuaraan tersebut mempertandingkan lima nomor pertandingan, yakni kumite, kata perorangan, kata beregu, embu, dan fukugo yang terbagi dalam 59 kelas.

“Semua nomor dipertandingkan secara kompetitif,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua FKTI Koordinator Daerah Jawa Timur Rommy Ardianto mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan yang dinilainya berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para atlet.

“Semangat atlet Lumajang sangat luar biasa,” katanya.

Ia berharap kejuaraan tersebut mampu menghasilkan atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

“Pembinaan harus terus diperkuat,” tuturnya.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026