Surabaya (ANTARA) - Relawan Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menyusuri Sungai Besitang menggunakan sampan untuk menjangkau wilayah terisolir yang terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sekaligus mendirikan pos layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi masyarakat.
“Keselamatan relawan tetap menjadi prioritas utama. Meskipun kami sempat mengalami insiden di perjalanan, semangat untuk hadir dan melayani masyarakat tidak pernah surut. Ini adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan,” ujar Koordinator Lapangan Relawan Muhammadiyah UMSURA, Syaiful Anam dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Tim relawan menyasar Desa Bukit Mas, Dusun Aras Senapal Kiri dan Kanan, Kecamatan Besitang, guna membuka pos layanan kesehatan serta memberikan pendampingan psikososial kepada warga terdampak banjir, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok rentan.
Kegiatan tersebut didanai melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 Prioritas II berdasarkan surat pengumuman Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Risbang Kemendiktisaintek).
Relawan diberangkatkan dalam dua kloter menggunakan dua unit getek. Kloter pertama mengangkut tim kesehatan beserta obat-obatan, sedangkan kloter kedua membawa bantuan sembako untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar satu jam dengan kondisi arus sungai yang cukup deras. Kloter pertama tiba dengan selamat dan langsung membuka layanan kesehatan serta pendampingan psikososial.
Dalam perjalanan kloter kedua, getek yang membawa bantuan sembako terbalik akibat arus sungai yang semakin kuat. Seluruh bantuan sempat terbawa arus, namun berhasil diselamatkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surabaya (LRIPM UMSURA), Arin Setyowati, mengatakan keterlibatan UMSURA merupakan bagian dari komitmen tridarma perguruan tinggi.
Pengabdian kepada masyarakat, lanjutnya, tidak boleh berhenti pada wilayah yang mudah dijangkau saja dan kehadiran relawan UMSURA di daerah terisolir adalah wujud tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial tetap sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
“UMSURA mengirimkan beberapa dokter dan perawat, ini udah hari ke 11 relawan ada di lokasi bencana,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan pos layanan kesehatan dan dukungan psikososial dapat memenuhi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat serta membantu pemulihan kondisi fisik dan mental warga terdampak banjir. (ADV)
