Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyatakan peningkatan pelayanan publik oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) wajib dilakukan agar selaras dengan anggaran belanja pegawai 2026 mencapai Rp1,18 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPD).
"Jangan sampai porsi belanja pegawai yang besar ini justru tidak mencerminkan kinerja pelayanan di kami," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Sasongko di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.
Mengacu pada proyeksi RAPDB 2026 di dalam Rancangan Pemerintah Daerah (Raperda) tentang APBD 2026, total belanja daerah sebesar Rp2,368 triliun dengan defisit Rp192,1 miliar yang akan dibiayai dari menggunakan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
Di dalam belanja daerah terdapat komponen belanja operasi senilai Rp2,244 triliun.
Pada belanja operasi, proyeksi anggaran paling tinggi tercatat untuk komponen belanja pegawai yang senilai Rp1,18 triliun memiliki nilai paling tinggi. Sedangkan, belanja barang dan jasa sebesar Rp992,8 miliar serta belanja modal di angka Rp100,9 miliar.
Lalu, untuk komponen belanja hibah sebesar Rp54,8 miliar, belanja bantuan sosial Rp15,7 miliar, belanja tidak terduga Rp21,7 miliar, dan belanja transfer Rp1,5 miliar.
Erik menyatakan pihaknya berkomitmen mendistribusikan secara merata anggaran belanja pegawai ke organisasi perangkat daerah (OPD) supaya seluruh pelayanan berjalan maksimal.
Setiap ASN diingatkannya harus benar-benar memaksimalkan kinerja pelayanan publik sehingga bisa senyampang dengan beban anggaran yang ada.
Maka dari itu, dia menyebut seluruh ASN di lingkungan Pemkot Malang tidak boleh bermalas-malasan tetapi harus menyikapi anggaran belanja pegawai ini dengan bekerja lebih profesional, terarah, dan sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Performa dari ASN menjadi penentu berjalannya tugas pelayanan publik kepada seluruh masyarakat di Kota Malang.
"Jangan sampai belanja pegawai yang besar membebani alokasi anggaran, tetapi justru tidak tercermin di dalam kinerja pelayanan publik yang harus dilakukan oleh seorang ASN seperti kami," ujarnya.
