Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mematangkan skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana pada 7-8 Februari 2025.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, mengatakan sementara ini skema pengaturan lalu lintas masih bersifat dinamis sehingga masih dilakukan penyempurnaan hingga mendekati hari H pelaksanaan.
"Kemarin baru kami lakukan kunjungan ke lokasi-lokasi yang memungkinkan menjadi parkir dan drop zone. Semua masih kami matangkan," kata dia.
Dishub Kota Malang telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota mengenai pemetaan kantong parkir bus yang mengangkut peserta Harlah 1 Abad NU dan titik drop zone.
Widjaja menyampaikan diperkirakan 1.000 bus masuk ke Kota Malang dan membawa peserta Harlah 1 Abad NU menuju Stadion Gajayana yang berlokasi di Jalan Kauman.
Untuk kendaraan pribadi milik peserta lainnya, katanya, masih belum dilakukan pemetaan secara detail.
Rencana awal, titik drop zone peserta yang menumpangi bus diproyeksikan ditempatkan di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Ijen dan Jalan Semeru, sedangkan untuk lokasi kantong parkir bus dan kendaraan direncanakan menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah.
"Kalau memungkinkan dan tidak terlalu jauh, bisa juga di Islamic Center dan tempat lainnya," ucap dia.
Untuk opsi penutupan jalan, Dishub masih menimbang matang-matang skema itu, lantaran penerapan rekayasa masih harus melihat pada kondisi lapangan ke depan.
"Sifatnya insidentil, dilihat dari kondisi apakah dibutuhkan pengalihan atau penutupan jalan," ujar dia.
Pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama diperkirakan dihadiri oleh 100.000 peserta. Mereka datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026