Pertemuan tadi malam merupakan bagian dari ikhtiar bersama para kiai sepuh agar muktamar berlangsung lancar, tertib, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah.
Surabaya (ANTARA) - Sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melakukan sowan ke kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Kedung Tarukan, Surabaya, Selasa (5/5) malam.
Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir mengatakan pertemuan tersebut merupakan forum musyawarah para kiai sepuh untuk memastikan pelaksanaan muktamar berjalan optimal.
“Pertemuan tadi malam merupakan bagian dari ikhtiar bersama para kiai sepuh agar muktamar berlangsung lancar, tertib, dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Rabu.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal sekaligus bentuk dukungan terhadap percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Para kiai sepuh menyampaikan komitmen untuk mendukung langkah Rais Aam agar muktamar segera digelar. Percepatan itu dinilai penting guna menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat soliditas organisasi.
Sejumlah ulama yang hadir di antaranya Anwar Iskandar, Afifuddin Muhajir, Aniq Muhammadun, Sadid Jauhari, Muhibbul Aman Aly, Tonthowi Jauhari Musaddad, serta Imam Buchori Kholil.
Sementara itu, Rais Aam juga memanggil Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ke kantor PBNU pada Rabu (6/5) guna membahas kesiapan teknis pelaksanaan muktamar.
Dalam arahannya, Rais Aam menekankan pentingnya percepatan penyelesaian aspek teknis agar agenda organisasi tersebut dapat terselenggara tanpa kendala.
“Rais Aam meminta seluruh persiapan teknis segera dituntaskan sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat berjalan sesuai rencana,” kata Tajul.
Ia menambahkan, Rais Aam juga mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU digelar pada 1–5 Agustus 2026. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum PBNU.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026