Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Anti Kekerasan (Saka) Pesantren menggelar roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak di empat provinsi untuk memperkuat perlindungan santri dan pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
Ketua Saka Pesantren PBNU Alissa Wahid, dalam keterangan diterima di Pasuruan, Senin, menyatakan roadshow perdana berlangsung di Pondok Pesantren Al Yasini, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan agenda sosialisasi, konsolidasi pengasuh pesantren, serta pelatihan bagi ustaz, ustazah, musyrif, musyrifah, dan santri.
“Gerakan ini hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren sekaligus menegaskan bahwa pesantren merupakan ruang yang aman, ramah, dan mendidik bagi seluruh santri,” kata Alissa.
Menurutnya, dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 1-2 Juni 2026 tersebut, peserta mendapatkan pelatihan tarbiyah jinsiyah atau pendidikan seksual, literasi media, serta penguatan pola pengasuhan berbasis perlindungan anak untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Panitia juga menyelenggarakan Halaqah Pengasuh Pesantren yang mempertemukan para kiai, pengasuh, dan narasumber ahli guna membahas penguatan sistem perlindungan anak yang sesuai dengan karakter dan nilai-nilai pesantren.
Alissa menjelaskan, gerakan tersebut diharapkan mampu membantu pesantren membangun mekanisme internal yang efektif untuk deteksi dini, penanganan, dan pelaporan kasus kekerasan.
Selain di Jawa Timur, lanjutnya, kegiatan serupa juga akan digelar di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dengan target melibatkan sekitar 4.400 peserta dari pesantren tuan rumah maupun pesantren di wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Hodri Arief mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi para pemangku kepentingan pesantren untuk memperkuat komitmen bersama dalam perlindungan santri.
“Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” ujar Hodri.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pembacaan sembilan aksi Pesantren Aman, deklarasi bersama, serta penandatanganan komitmen guna mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, bermartabat, dan ramah anak.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.