Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jatim menggelar bedah dan diskusi buku berjudul "Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII Dalam Platform Profesional Religius Dari Sabang Sampai Merauke yang berlangsung di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Minggu.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi di Surabaya mengatakan, kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum bulan pendidikan karena seseorang tidak akan memiliki pendidikan tanpa dibekali ilmu. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu sebagai kewajiban setiap muslim.

“Pentingnya mencari ilmu dalam Islam karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah,” ujar Amrodji.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan di LDII dibangun secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari pengajian cabe rawit, praremaja dan remaja, pengajian usia nikah, pengajian umum, hingga pengajian lansia.

"Di LDII ada tiga fokus pendidikan, yakni pendidikan urusan dunia, pendidikan keagamaan, dan pendidikan karakter. Harapannya, semua itu bisa menciptakan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pendidikan karakter menjadi perhatian tersendiri karena berkaitan erat dengan budaya di lingkungan sekitar.

"Karena itu, pembentukan karakter juga harus mampu mengikuti perkembangan budaya masyarakat," katanya.

Sementara itu, penulis sekaligus Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Ali MD yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjelaskan kesempurnaan seseorang tidak hanya dilihat dari ketaatannya menjalankan ajaran agama.

Menurutnya, hal itu juga tercermin dari sikap amanah, kemampuan menjaga diri dari perbuatan buruk, hingga kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

"Orang yang sempurna itu pertama taat terhadap ajaran agama, kemudian amanah, menjaga diri dari segala keburukan dan hal-hal yang bisa menjatuhkan martabat manusia. Selain itu juga harus bijaksana, artinya menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan cara yang baik, bukan dengan emosional,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan bedah buku dapat menjadi ruang dialog ilmiah yang produktif serta memperkuat sinergi antar elemen bangsa dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Selain narasumber utama, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur, tokoh masyarakat dan agama, serta para praktisi pendidikan. Pada kesempatan itu hadir pula perwakilan dari Muda NU, PW Muhammadiyah Jatim, dan Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akademik dan ormas Islam, di antaranya Penulis dan Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama (NU) Dr. Ahmad Ali MD., M.A., Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim sekaligus Asisten Ahli Kemendikdasmen Prof. Dr. Biyanto, dan Ketua Lembaga Dakwah PBNU Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I. atau Gus Aab.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026