Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Malang memaksimalkan keberadaan Alun-Alun Merdeka sebagai sarana edukasi kelestarian lingkungan bagi anak-anak.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan pemahaman tentang pelestarian lingkungan sudah semestinya ditanamkan sejak dini sehingga upaya yang telah dilakukan bisa berjalan berkelanjutan.
"Selain menikmati hiburan dalam artinya anak-anak bisa bermain, mereka mendapatkan edukasi bahwa di alun-alun salah satunya terdapat resapan air dan sebagai ruang terbuka hijau itu perlu diketahui dan dipertahankan," kata Wahyu.
Oleh karena ini, Pemkot Malang dipastikannya akan menambah fasilitas taman baca dan mobil perpustakaan yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan mengenai lingkungan.
Kemudian dia juga menyampaikan edukasi seputar sejarah berdirinya Alun-Alun Merdeka akan digalakkan, seperti titik awal dimulai pembangunan lokasi itu.
"Semenjak saya kecil sampai sekarang masih tetap ada dan kami pertahankan walaupun ada sedikit rapuh sehingga kami ganti tapi tidak meninggalkan wujud aslinya," ujarnya.
Oleh karena itu, Wahyu menegaskan tak menginginkan apabila Alun-Alun Merdeka hanya dijadikan sebagai sarana tempat berkumpul masyarakat maupun wahana bermain bagi anak-anak tanpa memberikan manfaat untuk kepentingan edukasi.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymen Hatigoran Matondang mengatakan Alun-Alun Merdeka telah memiliki wajah baru setelah rampungnya proses revitalisasi selama 105 hari.
Pihaknya memastikan akan melakukan perawatan intensif terhadap berbagai macam sarana prasarana di sana, termasuk yang menyangkut kebutuhan menjaga kebersihan lingkungan dengan menempatkan petugas khusus untuk melaksanakan pengawasan.
"Ke depan dari Dinas Lingkungan Hidup akan mengatur atur jadwal jaga yang tentunya 24 jam. Karena tidak mungkin ditutup mengingat posisinya terbuka semua," kata Raymond.
Kawasan alun-alun di Jalan Merdeka Selatan, Kota Malang ini memiliki lokasi khusus bermain anak. Penyediaan titik itu untuk menunjang konsep ruang bermain ramah anak.
Raymond menjelaskan setiap wahana permainan berbahan besi telah dilapisi pengaman berbahan karet sehingga bisa meminimalkan dampak membahayakan bagi anak.
"Di sini sudah (berstatus) ruang bermain ramah anak (RBRA) sejak lama, makanya untuk cat kami pastikan aman terus seperti jungkat jungkit itu bisa sampai menahan beban sampai 100 kilogram," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026