Malang (Antara Jatim) - Proses pembangunan (renovasi) Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jawa Timur, yang menggunakan dana pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) BRI dihentikan karena menunggu adanya titik temu antara Komisi C DPRD dengan Pemkot Malang.
Kepala Kantor Wilayah BRI Malang, Mardiwibawa, Rabu menyatakan belum adanya titik temu antara Komisi C DPRD dengan pemkot Malang itu berkaitan dengan rencana pembangunan \'drive thru\' anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan alun-alun yang saat ini sedang dalam proses pembangunan (renovasi).
\"Pembangunan alun-alun untuk sementara kami hentikan dulu sampai masalah tersebut benar-benar tuntas (clear). Jangan sampai niat baik kami untuk membenahi alun-alun agar lebih indah ini melanggar aturan, meski sudah mendapatkan izin dari Pemkot Malang,\" tegas Mardiwibawa usai dengan pendapat tertutup dengan Komisi C DPRD di gedung dewan.
Ia menjelaskan pada awalnya pembangunan drive thru ATM BRI di kawasan alun-alun menjadi satu paket dengan proses renovasi alun-alun, namun setelah dikaji ternyata harus terpisah. Dan, sekarang justru bermasalah, sehingga untuk menyelesaikan renovasi, masalah tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu oleh pemkot.
Sebenarnya, tegas Mardiwibawa, BRI ingin mempercantik kondisi Alun-alun Merdeka, sedangkan drive thru hanya menjadi fasilitas pendukung bagi masyarakat yang berkunjung di alun-alun, bukan sarana bisnis. Dengan adanya drive thru ATM, masyarakat yang kehabisan uang saat berkunjung ke alun-alun bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.
Mardi belum bisa menentukan sampai kapan penghentian proses renovasi Alun-alun Merdeka. Ia hanya berharap Pemkot Malang segera menyelesaikan masalah beda pendapat dengan DPRD Kota Malang. \"Sekarang kami hanya bisa berdoa semoga cepat selesai dan ada solusi agar kami bisa segera melanjutkan pembangunan,\" tandasnya.
Padahal, kondisi alun-alun saat ini sudah berantakan karena sejumlah fasilitas bangunan sudah dibongkar dan sejumlah pohon juga sudah ditebang untuk kepentingan renovasi.
Penghentian pembangunan Alun-alun Merdeka yang dilakukan BRI itu membuat kaget Wali Kota Malang, Moch Anton. \"Lo kenapa harus dihentikan,\" tegas Anton.
Menurut Anton, dana CSR yang dikucurkan BRI sebesar Rp5,9 miliar untuk merenovasi Alun-alun Merdeka itu ibarat uang shodaqoh, sehingga perusahaan pemberi dana CSR tidak menginginkan sesuatu yang rumit dalam pelaksanaannya. Kalau terlalu rumit, mereka juga enggan, bahkan perusahaan juga enggan memberi CSR lagi untuk kepentingan masyarakat di Kota Malang.
\"Saya minta pengertian semua pihak karena semua ini untuk kepentingan masyarakat, mari kita bicarakan dengan baik-baik. Kalau tiba-tiba dihentikan seperti ini, kan Alun-alun kelihatan kumuh, apalagi sejumlah bangunan yang ada di area alun-alun juga sudah dibongkar,\" tegasnya.
Komisi C DPRD KOta Malang mempersoalkan rencana pembangunan drive thru ATM BRI di kawasan Alun-alun Merdeka. Komisi C menilai pembangunan drive thru di kawasan Alun-alun menyalahi RTRW Kota Malang dan tidak ada persetujuan dewan.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026