Bojonegoro - Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), mewaspadai munculnya sejumlah penyakit yang akibat cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah setempat. "Penyakit cacat air mudah muncul dalam kondisi cuaca ekstrem panas seperti sekarang ini, " kata Kepala Dinkes Bojonegoro, Harjono, dalam dialog Jumat dengan jajaran pemerintah kabupaten (pemkab), Jumat. Menurut dia, dengan kondisi cuaca ekstrem panas, memudahkan penyebaran virus yang mengakibatkan cacar air yaitu virus Varicella. Terutama pada anak-anak, gejalanya muncul gelembung di mulut dan tenggorokan yang pada awalnya jernih, kemudian berubah menjadi nanah. Ini terjadi, lanjutnya, karena dengan cuaca panas, mengakibatkan nafsu makan anak-anak berkurang, akhirnya daya tahan tubuh menurun dan kekurangan gizi."Kalau menyerang ibu hamil dengan usia bayi tiga bulan, bisa membahayakan bayinya, " katanya menegaskan. Sebelum itu, menjawab pertanyaan Harjono menyatakan, akibat cuaca ekstrem di daerah setempat tidak mengakibatkan kematian. "Saya kira tidak sejauh itu, hawa panas di Bojonegoro bisa mengakibatkan kematian, " jawabnya. Menurut Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Sunhadi, cuaca ekstrem panas yang terjadi di Bojonegoro, berbeda dengan gelombang panas yang bisa mengakibatkan kematian pada manusia. "Kalau panas yang sekarang terjadi ini, sebelumnya manusia sudah menyesuaikan karena datangnya bertahap, kalau gelombang panas datangnya mendadak," kata Sunhadi menambahkan. Lebih lanjut Harjono menjelaskan, pada musim kemarau dan cuaca panas ekstrem seperti sekarang ini, juga memudahkan munculnya penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), penyakit kulit dan diare. "Ini terjadi akibat berkurangnya air bersih di masyarakat, sehingga kebersihan lingkungan kurang terjaga," jelasnya. Karena itu, menurut dia, masyarakat harus membiasakan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. "Banyak minum air bersih dan makan buah-buahan, termasuk olahraga," katanya menjelaskan. Data di Dinkes Bojonegoro, jumlah kejadian penyakit Januari-Agustus 2011 ini, ISPA 73.698 orang, diare 53.232 orang dan penyakit kulit 14.354 orang. Sementara itu, berdasarkan pengukuran yang dilakukan bagian lingkungan hidup pemkab, suhu udara di tempat terbuka, Kamis pukul 12.00 WIB, di panas terik matahari menunjukkan angka 110,1 derajat F atau 43,8 derajat celsius. Di tempat teduh dibawah pohon juga di lingkungan kantor setempat, mencapai 102,7 derajat F atau 39,2776 derajat celsius. Pengukuran kembali, Jumat pukul 13.00 WIB, di terik matahari 113 derajat F atau 45 derajat celsius dan di tempat teduh dibawah pohon 102 F atau 38.8 derajat celsius. ***4***
Berita Terkait
BPBD sebut Bojonegoro masuk suhu tertinggi kedua di Jatim
18 Oktober 2024 10:34
DLH pasang alat pantau untuk cek kualitas udara Bojonegoro
5 September 2024 11:20
Kurangi Peningkatan Suhu Udara, DLH Bojonegoro Tambah Tanaman
15 Oktober 2018 17:32
DLH Jatim Ambil Contoh Udara "Ambien" Bojonegoro (Video)
23 Mei 2018 18:36
Camat: Belum Ada Keluhan Terkait Proyek Minyak
16 Juni 2015 17:03
Pemkab Bojonegoro Minta EMCL Laporan Suhu Udara
8 Juni 2015 17:14
Pemkab Bojonegoro Minta Kontraktor Migas Tanam Pohon
29 Oktober 2014 19:18
Laboratorium Lingkungan Mojokerto Periksa Kualitas Udara Bojonegoro
7 Oktober 2014 15:15
