Washington (ANTARA) - Militer Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan penarikan pasukan dari pangkalan al-Tanf di Suriah selatan setelah hampir satu dasawarsa, demikian dikonfirmasi Komando Pusat AS (CENTCOM), Kamis (12/2).
“Pasukan AS tetap siap merespons setiap ancaman ISIS yang muncul di kawasan ini, seraya mendukung upaya yang dipimpin mitra untuk mencegah kebangkitan kembali jaringan teroris tersebut,” kata Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dalam sebuah pernyataan.
“Menjaga tekanan terhadap ISIS sangat penting untuk melindungi tanah air AS dan memperkuat keamanan regional,” tambahnya.
CENTCOM menyatakan penarikan dari Garnisun al-Tanf telah rampung pada 11 Februari sebagai bagian dari “transisi yang disengaja dan berbasis kondisi” di bawah Satuan Tugas Gabungan Operasi Inherent Resolve (CJTF-OIR), yang dibentuk pada 2014 untuk memerangi kelompok teroris ISIS.
Sumber pemerintah Suriah kepada kantor berita Anadolu, Rabu (11/2) mengatakan pemerintah Suriah telah mengambil alih pangkalan strategis yang terletak di persimpangan perbatasan Irak dan Yordania tersebut setelah penarikan pasukan AS. Unit Tentara Suriah dilaporkan telah dikerahkan ke lokasi itu.
AS sebelumnya menggunakan pangkalan al-Tanf, yang diperluas pada 2017 dan 2018, serta balon pengintai yang ditempatkan di sana, untuk memantau aktivitas militer kelompok-kelompok yang didukung Iran dan organisasi teroris ISIS di wilayah sepanjang ratusan kilometer antara perbatasan Yordania dan Sungai Efrat.
Sumber: Anadolu
