Kota Meksiko (ANTARA) - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintahnya berupaya menjembatani kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk memasok minyak ke Kuba, di tengah pengetatan blokade Washington terhadap negara pulau tersebut.
Dua kapal Angkatan Laut Meksiko yang membawa lebih dari 800 ton bahan pangan tiba di Kuba saat Sheinbaum melanjutkan upaya menyalurkan minyak tanpa terkena tarif.
Militer Meksiko mengirimkan 814 ton bantuan berupa susu, produk daging, beras, kacang-kacangan, serta perlengkapan kebersihan pribadi.
Menurut Sheinbaum, pengiriman kedua yang membawa 1,5 ton susu bubuk dan kacang-kacangan sedang menunggu keberangkatan.
“Hari ini kapal-kapal itu tiba. Setelah kembali, kami akan mengirim dukungan lain dengan bentuk berbeda,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers pagi hari, Kamis.
Presiden AS Donald Trump memperketat tekanan terhadap ekonomi Kuba dengan membatasi pasokan minyak dari negara-negara sekutu.
Penerbangan internasional menurun, mata uang Kuba melemah, dan pemadaman listrik meluas. Kondisi ini memperdalam krisis di tengah tekanan ekonomi yang meningkat.
Meksiko menjadi pemasok utama minyak mentah ke Kuba setelah pengiriman dari Venezuela terhenti pada Desember akibat blokade AS.
Namun, pengiriman minyak Meksiko itu ikut terhenti setelah pemerintahan Trump mengeluarkan dekret yang mengenakan tarif terhadap negara yang memasok atau menjual minyak ke Kuba.
Sheinbaum meningkatkan upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan agar pengiriman minyak dapat dilanjutkan.
Ia menawarkan Meksiko sebagai penghubung dialog antara Kuba dan AS, dengan menegaskan bahwa sanksi lebih banyak membebani rakyat dibanding pemerintah Kuba.
“Hal itu bergantung pada kedua negara. Kami telah menyampaikan, baik kepada Departemen Luar Negeri AS maupun melalui Kedutaan Besar AS di Meksiko, bahwa Meksiko melakukan segala upaya untuk mendorong dialog yang, dengan menghormati kedaulatan Kuba, menciptakan kondisi penyelesaian damai dan memungkinkan Kuba menerima minyak serta turunannya untuk kebutuhan sehari-hari tanpa sanksi dari negara mana pun,” ujarnya.
Sumber: Anadolu
