Emil Dardak minta pemerintah dan IJTI saling memberi masukan

id wagub jatim,ijti surabaya,pemprov jatim

Emil Dardak minta pemerintah dan IJTI saling memberi masukan

Ketua Umum IJTI Pusat Yudi Haryadi saat mengukuhkan pengurus IJTI Korda Surabaya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (20/09/2019). (Foto Fiqih Arfani)

Tentunya dengan tetap menempatkan media sebagai pemberi informasi obyektif, ktitis dengan tetap bertanggung jawab terhadap kemaslahatan masyarakat

Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap pemerintah dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) saling memberi masukan untuk menjaga hubungan baik serta sinergitas demi mewujudkan pembangunan, khususnya di provinsi Jatim.



“Harus ada ruang komunikasi dan informasi tentang bagaimana hubungan efektif antara pemerintah dan media,” ujarnya di sela pengukuhan pengurus IJTI Korda Surabaya periode 2019-2022 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat malam.



Pemerintah, kata dia, memberikan ruang terhadap media untuk bisa seluas-luasnya memperoleh akses informasi pembangunan secara langsung.



“Tentunya dengan tetap menempatkan media sebagai pemberi informasi obyektif, kritis dengan tetap bertanggung jawab terhadap kemaslahatan masyarakat,” ucap suami Arumi Bachsin tersebut.



Mantan Bupati Trenggalek itu berharap semoga Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, bahkan di Asia mampu diwarnai profesionalisme jurnalis televisi yang semakin tinggi karena keberadaan organisasi IJTI.



Sementara itu, di tempat sama sebanyak 51 pengurus IJTI Korda Surabaya periode 2019-2022 diambil sumpahnya dan dikukuhkan oleh Ketua Umum IJTI Pusat Yadi Haryadi.



Ketua IJTI Korda Surabaya Lukman Abdul Rozaq dalam sambutannya menyatakan komitmen untuk membawa organisasi yang dipimpinnya berperan aktif dan turut terlibat di tengah pembangunan masyarakat.



Selain itu, alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut juga mengatakan bahwa Indonesia saat ini tengah digempur dengan berita hoaks, sehingga IJTI juga punya peran memeranginya karena sumber beritanya tidak bisa dipertanggungjawabkan.



“Makanya, tagline yang kami usung adalah Jurnalis Cerdas Indonesia Sehat. Seorang jurnalis harus bisa memilih dan memilah sebelum berita disajikan kepada publik,” kata jurnalis Trans 7 tersebut.

Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar