Surabaya (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan pendidikan vokasi untuk menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menghadapi dinamika Industri 4.0 dan Society 5.0.
"Saat ini kita hidup pada era big data dan AI yang mampu menghasilkan informasi bernilai tambah tinggi. Apapun bisa dijadikan uang jika kreatif dan mampu membaca peluang," kata Wagub pada forum Strategi Peluang Kerja SMK Provinsi Jatim di Surabaya, Rabu.
Oleh karena itu, lulusan SMK diminta tidak berhenti belajar setelah menerima ijazah. Menurut dia, tantangan besar ada di depan mata, karena kita telah memasuki era big data.
Ia menegaskan penguatan vokasi penting di tengah keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk Jawa Timur yang mencapai 42 juta jiwa.
Emil menyebut pergeseran profesi global akibat teknologi diperkirakan mencapai 75–375 juta orang dan sekitar 1,8 juta pekerjaan tergantikan kecerdasan buatan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK yang menurun menjadi 6,78 persen dari 8,70 persen pada 2023 dinilai belum cukup.
“Kita bersyukur angka TPT terus menurun. Mungkin teman-teman SMK ada yang berwirausaha, ada yang freelancer sehingga tidak tercatat. Tapi yang jelas penurunan ini tidak boleh membuat kita berhenti berinovasi,” katanya.
Emil juga mendorong pengembangan gig economy sebagai peluang bagi lulusan kreativitas seperti fotografi, multimedia, hingga event.
Ia menambahkan kerja sama Dinas Pendidikan Jawa Timur dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) membuka ragam peluang lintas kompetensi.
“Bisa jadi yang dibutuhkan tidak hanya mereka yang terampil mengendalikan alat berat. Tapi mungkin butuh tenaga IT atau administrasi. Begitupun Apotek K24 membutuhkan tenaga pemasaran hingga multimedia,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya persiapan bahasa asing untuk peluang kerja luar negeri.
"Jangan menunggu lulus untuk belajar bahasa. Siapkan jauh jauh hari. Karena pasti butuh proses panjang juga kan,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan komitmen tiga langkah strategis peningkatan keterserapan lulusan SMK.
“Industri harus lebih banyak masuk ke sekolah, mengajar, memberi teknik, dan praktik langsung. Itu yang dibutuhkan anak-anak kita,” ujarnya.
Aries juga menekankan percepatan sertifikasi, micro-credential, serta perlindungan dan perluasan akses pasar kerja bagi peserta magang dan calon pekerja migran.
“Kita ingin magang bukan sekadar kewajiban sekolah, tapi berlanjut menjadi kesempatan kerja,” katanya.
