Mataram (ANTARA) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjatuhkan vonis masing-masing 18 tahun penjara kepada Suhaeli dan Heri yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan warga negara asing asal Spanyol Maria Matilda Munoz Cazorla.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu Suhaeli dan terdakwa dua Heri dengan pidana hukuman masing-masing selama 18 tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim Kelik Trimargo pada sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Mataram, Rabu.

Majelis hakim menjatuhkan pidana hukuman tersebut sesuai dengan tuntutan jaksa yang menyatakan perbuatan kedua terdakwa telah terbukti melanggar dakwaan pertama alternatif kesatu terkait Pasal 459 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Bahwa perbuatan kedua terdakwa telah terbukti secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Maria Matilda Munoz Cazorla," ucapnya.

Adapun pertimbangan hakim menjatuhkan hukuman tersebut dengan melihat fakta yang terungkap dalam persidangan, baik dari keterangan saksi, ahli, maupun barang bukti yang telah dihadirkan di hadapan majelis hakim.

Senada dengan materi tuntutan jaksa, pemenuhan unsur pidana tentang pembunuhan berencana itu berkaitan dengan niat dari kedua terdakwa yang pada awalnya akan mencuri barang berharga milik korban.

Maria Matilda tewas dengan jenazah ditemukan terkubur di pesisir pantai kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, sekitar satu bulan usai dibunuh kedua pelaku pada awal Juli 2025.

Keberadaan jenazah Maria Matilda terungkap usai kepolisian menangkap kedua pelaku dari hasil pelacakan telepon seluler korban yang digadai di wilayah Lombok Barat.

 



Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026