KPU: Ada Lima Kriteria Menjadi Pemilih Pemula Berdaulat

id Ketua KPU RI, pemilih berdaulat, pemilu 2019,sosialisasi pemilu 2019

KPU: Ada Lima Kriteria Menjadi Pemilih Pemula Berdaulat

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan memberikan kenang-kenangan kepada Ketua KPU RI Arif Budiman di kampus UMM, Senin (15/10) (Antarajatim/Endang Sukarelawati)

Mmahasiswa harus menjadi pemilih bertanggung jawab. Salah satu ciri pemilih bertanggung jawab adalah mereka yang memiliki gambaran tentang siapa yang akan dipilih.
Malang (Antaranews Jatim) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arif Budiman mengemukakan ada lima kriteria agar bisa menjadi pemilih muda atau pemula yang berdaulat.
     
Menurut Arif Budiman, lima kriteria itu adalah pertama, memeriksa data pemilih. Kedua, memenuhi syarat sebagai pemilih dan ketiga, pemilih sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), serta keempat adalah menggunakan hak untuk memilih.
      
"Sedangkan kriteria kelima adalah menggunakan hak untuk memilih dengan cara yang benar. Setelah memenuhi kelima kriteria tersebut, barulah pemilih dapat dikatakan berdaulat," kata Arif Budiman di hadapan ratusan mahasiswa saat sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2019 melalui agenda "KPU Goes to Campus" di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Senin.
      
Sementara itu, dosen FISIP UMM yang menjadi panelis di acara itu, Dr Wahyudi winarno, menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi pemilih bertanggung jawab. Salah satu ciri pemilih bertanggung jawab adalah mereka yang memiliki gambaran tentang siapa yang akan dipilih.
      
"Tentu mahasiswa memiliki pertimbangan tertentu untuk bakal calon yang dipilihnya. Tapi, pesan saya, pilihlah mereka yang memiliki visi membawa Indonesia lebih maju ke depan, bukan sebaliknya," tuturnya.
      
Wahyudi menegaskan, pemilu seharusnya membuka ruang kedaulatan pemilih. Jika ditinjau dalam persepektif sosiologis, pemilu seharusnya juga memenuhi beberapa hal, seperti harus menjadi simbol demokrasi yang memiliki makna positif bagi para pemilih, termasuk di dalamnya mahasiswa.
      
Selain itu, lanjutnya, pemilu juga harus menjadi arena pertukaran yang simbiosis mutualistik antara pemilih dan yang dipilih. Pemilu juga harus menjadi bagian civic education (pendidikan kewarganegaraan) yang kritis, sehingga pemilih mampu bertindak emansipatoris atas belenggu kuasa yang cenderung menampilkan citra daripada fakta.
      
"Tak kalah pentingnya, pemilu harus menjadi ruang publik bagi setiap pemilih dalam melakukan tindakan komunikatif, yakni dengan mempertimbangkan dunia subyektif, objektif dan sosial, atas pilihan politiknya," paparnya.
      
KPU Goes to Campus untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2019 juga dilaksanakan di kampus-kampus lain yang ada di Tanah Air.(*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar