Bojonegoro (ANTARA) - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono mengingatkan masyarakat di wilayah setempat terkait potensi konflik dan kerawanan sosial menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) meskipun sudah rutin berjalan setiap tahunnya.
"Meski agenda ini rutin dilakukan setiap tahun, masyarakat dan seluruh pihak untuk tidak menganggapnya sebagai hal biasa mengenai potensi konflik dan kerawanan sosial menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026," kata Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis.
Wahono menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi ruang sinergi antar instansi, sekaligus bentuk kesiapsiagaan bersama untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, damai dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro.
"Meskipun agenda tahunan dengan tanggal dan pembagian tugas yang jelas, kewaspadaan dan antisipasi harus tetap menjadi prioritas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Menurutnya, dalam aspek antisipasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat, meminta BPBD bersama OPD terkait untuk terus memetakan daerah rawan dan memastikan kesiapan peralatan, logistik serta jalur evakuasi.
Sekaligus menginstruksikan camat, lurah dan kepala desa agar mengaktifkan sistem peringatan dini, melakukan pemantauan wilayah, serta segera melaporkan jika terjadi indikasi bencana.
"Masyarakat pun diminta memahami langkah penyelamatan diri, titik kumpul aman, serta nomor layanan darurat," terangnya.
Selain itu bidang keamanan dan ketertiban umum, Wahono menghimbau kepada seluruh aparat untuk menjaga keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur transportasi. Termasuk pengamanan juga diperkuat untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, kemacetan, hingga potensi konflik sosial.
"Penting menciptakan suasana kondusif, rukun, dan damai di tengah masyarakat, terlebih pada momentum perayaan akhir tahun," harapnya.
Ditambahkan Wahono, terkait pelayanan publik dan infrastruktur pendukung, meminta fasilitas kesehatan baik rumah sakit maupun Puskesmas untuk siaga menghadapi kemungkinan lonjakan kebutuhan layanan.
Infrastruktur utama seperti jalan, jembatan dan penerangan jalan umum di jalur Nataru juga harus dipastikan dalam kondisi baik dan aman dilalui. Pemantauan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjadi perhatian agar tidak terjadi kelangkaan ataupun lonjakan harga yang membebani masyarakat.
"Melalui rapat koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimis dapat memberikan pelayanan terbaik, menjaga ketertiban, serta memastikan momen Natal dan Tahun Baru 2026 di Bojonegoro berlangsung lancar dan penuh kegembiraan bagi semua," katanya.
