Situbondo (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, siap beroperasi setelah melaksanakan uji sandar kapal tahap akhir.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto mengemukakan uji sandar dermaga telah dilaksanakan dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental dan PT Pertamina Port & Logistics.
"Uji sandar ini merupakan bagian penting dalam menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Senin.
Herland menyampaikan dalam uji sandar di dermaga Pelabuhan Panarukan, ada beberapa kapal mencoba langsung sandar lepas untuk menguji konstruksi dermaga dan lainnya, yakni Kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT Pertamina Port & Logistics.
Selama proses uji sandar berlangsung, lanjutnya, kedua kapal itu berhasil melaksanakan manuver dengan aman dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur.
Menurut Herland, keberhasilan uji sandar ini diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik, mobilitas penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan menambah konektivitas wilayah di Jawa Timur.
"Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan kami dorong menjadi simpul transportasi laut yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur," ujarnya.
Herland optimistis bahwa aktivitas kepelabuhanan di Panarukan akan semakin padat, seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga.
Frekuensi kedatangan kapal, katanya, termasuk dengan kapal dengan kapasitas 1000 DWT, serta arus barang diperkirakan meningkat signifikan.
"Oleh karena itu kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan kepada pengguna jasa," kata Herland.
Ia menambahkan, saat ini KSOP Kelas IV Panarukan mulai melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa mengenai kesiapan operasional Pelabuhan Panarukan.
Informasi yang dihimpun ANTARA, Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga sepanjang 176,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter.
Pembangunan awal pelabuhan dimulai pada tahun 2008 dan dikembangkan pada tahun 2011–2012, lalu penambahan kantor pelabuhan pada tahun 2019.
Rehabilitasi segmen dermaga 2 (±107 x 10 m²) dan fasilitas darat Tahun Anggaran 2025 dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, dan kinerja operasional pelabuhan.
