Bojonegoro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur berupaya menjaga stabilitas harga sembako di wilayah setempat dengan mengadakan pasar murah yang perdana di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono di Bojonegoro, Jumat mengatakan Pemkab Bojonegoro menargetkan pada 2026 ini akan menggelar operasi pasar murah di 29 titik yang tersebar di berbagai kecamatan, untuk menjangkau lebih banyak desa dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Bojonegoro.
"Kegiatan operasi pasar murah ini sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok," kata Setyo Wahono.
Menurut Wahono, pasar murah ini menjadi langkah konkret Pemkab Bojonegoro dalam merespons kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya saat dinamika harga pada awal tahun seperti beras, minyak goreng, gula, telur dan kebutuhan pokok lainnya disediakan di bawah harga pasaran.
"Pasar murah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari komitmen kami menjaga daya beli warga Bojonegoro," terangnya.
Adanya kegiatan ini, lanjut dia, menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah serta penguatan perlindungan sosial berbasis kebutuhan riil masyarakat.
"Harapannya stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi tantangan ekonomi," katanya.
