Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bonus kepada atlet dan pelatih penyumbang medali SEA Games 2025 Thailand setelah Jawa Timur mencatat kontribusi 34 persen medali emas Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemprov atas dedikasi, kerja keras, dan prestasi atlet yang telah membawa nama bangsa di ajang olahraga internasional.
"Jawa Timur menjadi salah satu daerah penyumbang medali terbesar bagi kontingen Indonesia dengan total 99 medali dari 134 atlet yang diterjunkan pada SEA Games 2025," kata Khofifah di Surabaya, Jumat.
Rincian medali yang disumbangkan Jawa Timur, kata dia, terdiri atas 34 medali emas, 35 perak, dan 30 perunggu, sehingga menempatkan wilayah ini sebagai penyumbang 34 persen medali emas Indonesia.
Sedangkan untuk pelatih, pihaknya memberikan kepada 27 orang yang terlibat langsung dalam proses pembinaan dan pendampingan atlet.
"Besaran bonus untuk atlet disesuaikan dengan jenis dan kategori medali yang diraih, baik pada nomor perorangan maupun beregu," ucapnya.
Untuk nomor perorangan, kata Khofifah, atlet peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp73.125.000, peraih perak Rp43.625.000, dan peraih perunggu Rp24.150.000.
Sementara, atlet peraih medali pada nomor beregu terdiri dari dua hingga empat orang menerima bonus emas Rp68.250.000, perak Rp39.000.000, dan perunggu Rp19.500.000 per atlet.
Adapun nomor beregu dengan empat hingga enam atlet mendapatkan bonus emas Rp63.375.000, perak Rp34.125.000, dan perunggu Rp14.625.000.
Sedangkan beregu dengan lebih dari enam atlet menerima bonus emas Rp58.500.000, perak Rp29.250.000, dan perunggu Rp12.187.000.
Gubernur wanita pertama di Jatim itu menegaskan, prestasi yang diraih para atlet harus dijaga dan ditingkatkan melalui pembinaan yang berkelanjutan agar mampu bersaing pada ajang olahraga yang lebih tinggi.
“Terima kasih atas seluruh dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam membawa harum nama Indonesia dan mengibarkan Merah Putih. Semoga prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI Jawa Timur dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet agar prestasi internasional dapat terus dipertahankan.
Secara khusus, Khofifah memberikan apresiasi kepada atlet triathlon asal Magetan Martina Ayu yang menjadi penyumbang medali terbanyak dari Jawa Timur dengan raihan lima emas dan dua perak.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan atlet yang konsisten dan terarah meskipun jumlah atlet tidak terlalu besar.
“Kami dua kali berturut-turut menjadi penyumbang emas terbanyak di SEA Games, dari sekitar 31 persen pada 2023 menjadi 34 persen pada 2025,” kata Nabil.
Dalam kesempatan yang sama, Martina Ayu mewakili atlet menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai menjadi motivasi untuk terus berprestasi.
“Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berjuang membawa prestasi bagi Indonesia,” kata Martina.
